OPINI

Di Inggris, Suara Muslim Diperlakukan sebagai Masalah yang Harus Dikendalikan

Dari tuduhan sektarianisme hingga fitnah tentang “pemungutan suara keluarga”, pemilu lokal Inggris memperlihatkan kecurigaan yang muncul terhadap partisipasi politik Muslim.

Bagi Muslim Inggris, seperti bagi semua komunitas, mengambil bagian dalam proses demokrasi sangat penting untuk memastikan representasi yang adil dan suara yang bermakna dalam kehidupan publik.

Kami adalah komunitas yang beragam, sehingga orang-orang tentu akan memilih partai dan kandidat yang berbeda.

Pergeseran pola pemungutan suara baru-baru ini—yang menjauh dari dukungan tradisional terhadap Partai Buruh dan lebih condong ke Partai Hijau serta kandidat independen khususnya—dengan jelas menunjukkan bahwa dukungan komunitas mana pun tidak bisa dianggap pasti.

Ketika pemilih merasa diabaikan atau diremehkan, mereka akan mencari alternatif lain.

Representasi harus diperoleh melalui keterlibatan nyata, penghormatan, dan akuntabilitas, bukan melalui harapan historis semata.

Hal yang paling mengkhawatirkan kami bukanlah satu partai atau politisi tertentu, melainkan seberapa cepat Overton window (jendela Overton) telah bergeser.

Seruan deportasi massal terhadap Muslim, peningkatan sekuritisasi komunitas kami, serta pembatasan kebebasan berekspresi dan protes kami dulunya hanya berada di pinggiran politik.

Kini, hal-hal itu disampaikan secara terbuka oleh pejabat terpilih dan disambut dengan keheningan, bukan kecaman, dari sebagian besar kelompok arus utama.

Ketika kelompok pinggiran menjadi arus utama, partai-partai lain merasa tertekan untuk ikut bergerak ke arah itu, sehingga ruang bagi politik Inggris yang percaya diri dan plural semakin menyempit.

Menghadapi situasi ini membutuhkan upaya yang lebih besar daripada sekadar mengecam.

Hal ini berarti kita harus membangun kepercayaan diri, memperkuat literasi sipil, dan memastikan orang merasa diberdayakan, bukan terasingkan.

Semakin kita terlibat secara politik dan konstruktif—seperti menghubungi anggota dewan lokal serta anggota parlemen, menanggapi konsultasi, menghadiri pertemuan komunitas, dan bekerja sama dalam isu lokal bersama—semakin kecil kemungkinan komunitas kita dipinggirkan, diwakili orang lain, atau dibungkam.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button