Diskusi bersama Dai Muda, DDII Kota Bogor Siapkan Estafet Dakwah

Menurut Zaidan, dakwah kepada generasi muda harus disampaikan dengan pendekatan yang relevan, komunikatif, dan bijak, sebagaimana perintah Al-Qur’an untuk berdakwah dengan hikmah dan nasihat yang baik. Ia menilai pendekatan tematis dan isu-isu yang dekat dengan kehidupan anak muda menjadi pintu masuk penting agar mereka tertarik pada kajian keislaman.
Salah satu narasumber lainnya, Zakariya Abdul Hadid, mahasiswa ADI Kota Bogor angkatan kedua, membagikan pengalaman pribadinya dalam menemukan tujuan hidup. Ia mengisahkan pernah mengalami masa kehilangan arah, putus sekolah, dan tekanan batin sebelum akhirnya bangkit melalui lingkungan yang baik dan pendidikan dakwah.
Zakariya menekankan bahwa tujuan hidup dan lingkungan yang mendukung memiliki peran besar dalam proses perubahan diri. Menurutnya, menempuh pendidikan di ADI Kota Bogor menjadi langkah awal untuk terus memperbaiki diri dan berkontribusi bagi umat.
‘’Bagi kami sekolah di ADI Kota Bogor adalah langkah pertama untuk terus menjadi baik dan bermanfaat sehingga bisa melanjutkan dakwah ini dan mengawal umat islam yang sedang dalam musibah dan berbagai fitnah ini,” ujarnya.
Acara ditutup dengan pesan bersama dari para pemateri yang menekankan bahwa dakwah tidak terbatas pada mimbar atau acara besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti akhlak yang baik, keteladanan, dan kepedulian terhadap sesama. Para orang tua juga diingatkan untuk lebih banyak mendengar, membersamai anak-anak, serta memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Iqbal, sebagai moderator, serta dimeriahkan dengan lantunan sholawat oleh Ibu Jajang. Dewan Da’wah Kota Bogor bersama DKM Musholla Al I’tishom berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membina generasi muda dan menjaga kesinambungan dakwah Islam.
rep: suhail






