Dua Eks Menhan China Divonis Mati
Wei juga dinyatakan telah “membantu pihak lain memperoleh keuntungan yang tidak semestinya dalam pengaturan personel”.
Pada Februari lalu, Presiden China, Xi Jinping, membuat pengumuman mengenai tindakan keras di tubuh militer.
Baru-baru ini, seorang jenderal militer tertinggi negara itu, Zhang Youxia, dikabarkan telah dicopot dari jabatannya.
Xi mengatakan saat itu bahwa militer telah “mengalami penempaan revolusioner dalam perjuangan melawan korupsi”.
Sejak berkuasa, Presiden Xi telah meluncurkan gelombang kampanye antikorupsi yang menurut para pengkritik juga digunakan sebagai alat untuk membersihkan lawan-lawan politik.
Apakah ada kasus-kasus serupa sebelumnya?
Sejak menjabat sebagai presiden pada 2013 lalu, Xi Jinping melembagakan kampanye antikorupsi yang sekaligus pula digunakan untuk menyingkirkan saingan-saingan politiknya.
Pada September 2025, Tang Renjian yang merupakan mantan Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China dijatuhi hukuman mati atas kasus suap.
Tang menerima suap termasuk uang tunai dan properti senilai lebih dari 268 juta yuan di berbagai posisi yang dipegangnya dari 2007 hingga 2024 menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.
Pengadilan di Changchun, Provinsi Jilin, menangguhkan hukuman matinya selama dua tahun dengan catatan bahwa yang bersangkutan telah mengakui kejahatannya.
Kemudian pada 2017 lalu, seorang jenderal senior China dilaporkan bunuh diri setelah diselidiki dalam dugaan kasus korupsi.






