#Save UyghurDAERAH

GNPF Ulama Sumatera Barat Gelar Aksi Solidaritas Uighur

Padang (SI Online) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Barat menggelar aksi solidaritas Sumbar Peduli Muslim Uighur di Padang, Ahad 19 Januari 2020.

Seorang peserta aksi solidaritas Sumbar Peduli Muslim Uighur dari Payakumbuh Re Elhanief mengatakan aksi tersebut diikuti berbagai ormas Islam, pelajar, dan masyarakat dari beberapa daerah di Sumbar seperti Pariaman, Padang Panjang, Solok, Bukittinggi, Pasaman Barat, dan Payakumbuh.

“Aksi ini merupakan salah satu bentuk solidaritas dan kepedulian umat muslim di Sumbar atas penindasan yang dialami umat muslim di Uighur,” kata dia.

Menurut dia dengan adanya aksi ini menunjukkan kepedulian umat muslim Indonesia terhadap umat muslim di dunia. Karena umat muslim ibarat satu tubuh, apabila satu bagian tubuh terluka maka seluruhnya akan ikut merasakan sakit.

Ia berharap dengan adanya aksi tersebut pemerintah Indonesia berani mengambil sikap untuk menuntut Pemerintah China supaya tidak berbuat semena-mena terhadap umat Muslim Uighur di Xinjiang.

“Kalau bisa putuskan hubungan diplomasi dengan China, karena jika kita masih bergantung pada China tentu akan mempersulit kita untuk bersuara,” kata dia.

Panitia Pelaksana Aksi Solidaritas Sumbar Peduli Muslim Uighur dari Padang Luqy Abdul Hayi mengatakan selama ini sejumlah berita yang beredar tentang penganiayaan umat muslim Uighur di Xinjiang dianggap berita bohong.

“Akan tetapi berita itu benar adanya, bahkan beberapa umat muslim dari Indonesia melihat langsung ke sana. Hingga saat ini sebagian umat muslim Uighur mengungsi ke Turki, Uzbekistan, dan Kazakhstan,” kata anggota Laskar Mujahidin Padang ini.

Aksi tersebut tidak hanya menuntut pemerintah untuk membela hak etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, ia juga meminta pemerintah daerah agar menertibkan tempat-tempat hiburan tanpa izin di Padang.

“Sampai saat ini masih banyak tempat hiburan yang beroperasi, padahal belum mendapatkan izin,” kata dia.

Ia juga mengatakan aksi tersebut dimulai dari Masjid Agung Nurul Iman menuju daerah Pondok, Kampung Nias dan balik lagi ke Masjid Nurul Iman.

red: farah abdillah
sumber: ANTARA

Artikel Terkait

Back to top button