DAERAH

DKM Al-I’tishom dan Sahabat Masjid Gelar Kajian Muharam, Soroti Tantangan Riba hingga Dekadensi Moral

BOGOR (Suaraislam.id) – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah digelar di Masjid Al-I’tishom Budi Agung, Bogor, pada Sabtu (20/6/2026). Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Sahabat Masjid (Sajid) ini menghadirkan pendiri (founder) Cinta Qur’an Foundation, Ustaz Fatih Karim.

Dalam ceramahnya, ia mengajak jemaah memaknai hijrah sebagai gerakan perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah dan lebih berpusat pada masjid.

Menurutnya, momentum 1 Muharam tidak hanya mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrahnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah sekitar 1448 tahun yang lalu. Agenda ini juga menjadi bahan renungan mendalam tentang kondisi umat pada saat ini.

Ustaz Fatih menggambarkan bagaimana kondisi Mekah sebelum datangnya Islam dipenuhi berbagai bentuk kejahiliaan. Praktik penyembahan berhala, kerusakan moral, hingga tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup menjadi pemandangan lumrah pada masa itu.

Kehadiran Islam kemudian mengubah total peradaban kelam tersebut menjadi masyarakat yang beradab dan bertauhid.

Namun, ia mengingatkan bahwa kejahiliaan tidak hilang begitu saja dari muka bumi, melainkan bentuknya saja yang berubah mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap sebagai aib, kini praktik aborsi dan pembunuhan janin menjadi fenomena nyata yang menunjukkan hilangnya penghormatan terhadap kehidupan.

Selain itu, berbagai penyimpangan moral yang dahulu dianggap tercela kini perlahan mulai dinormalisasi oleh sebagian kalangan. Pergaulan bebas, perilaku seksual menyimpang, hingga budaya yang bertentangan dengan nilai agama kerap dipromosikan sebagai sesuatu yang biasa.

Menurutnya, hal inilah yang menjadi tantangan besar bagi umat Islam di era modern.

Dalam bidang ekonomi, Ustaz Fatih juga menyoroti maraknya praktik riba yang semakin mudah diakses oleh masyarakat melalui layanan pinjaman daring (online). Jika pada masa lalu transaksi riba dilakukan secara langsung dan terbatas, kini masyarakat dapat terjerat utang berbunga hanya melalui telepon genggam dalam hitungan menit.

Dampaknya sangat masif, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerumus dalam kesulitan hidup, konflik keluarga, hingga tekanan mental yang berat.

Karena itu, Ustaz Fatih mengajak umat Islam untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah ini sebagai momentum evaluasi diri.

Hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar berpindah tempat secara fisik. Hijrah adalah berkomitmen untuk berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, serta dari kehidupan yang jauh dari tempat ibadah menuju kehidupan yang menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman.

1 2Laman berikutnya
Back to top button