INTERNASIONAL

Google Kembangkan Chip AI Baru di Israel

Jakarta (Suaraislam.id)Google telah membentuk tim baru di Israel untuk mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) bagi robot dan sistem otonom. Hal ini terungkap berdasarkan sebuah laporan dari harian Israel, Haaretz.

Tim tersebut dipimpin oleh Guy Kaminitz, seorang eksekutif di perusahaan chip asal Israel, Hailo, sebagaimana dilaporkan Haaretz pada Sabtu (12/09). Sejumlah insinyur Hailo juga dikabarkan telah bergabung bersamanya dalam proyek tersebut.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu juga merekrut Ido Bukspan, mantan eksekutif NVIDIA Israel. Pria yang pernah menjabat sebagai pimpinan eksekutif perusahaan infrastruktur data Israel, Pliops, ini dipekerjakan untuk menggarap chip jaringan data.

Google telah mengumpulkan sekelompok eksekutif senior dan insinyur perangkat keras yang berpengalaman. Langkah strategis ini dilakukan khusus untuk mendorong proyek pengembangan chip di Israel tersebut.

Operasi Chip Israel yang Sudah Berjalan

Perusahaan ini mulai menjalankan operasi pengembangan chip di Israel di bawah divisi Google Cloud pada tahun 2021. Saat ini mereka mempekerjakan sekitar 700 insinyur yang tersebar di wilayah Tel Aviv dan Haifa.

Para insinyur di Tel Aviv dan pelabuhan utara Haifa tersebut fokus bekerja pada pengembangan chip dan infrastruktur komputasi. Kedua kota pesisir itu menjadi pusat pengembangan strategis bagi raksasa teknologi tersebut.

Peralihan Menuju AI pada Perangkat

Tim yang baru dibentuk ini sedang mengembangkan chip AI yang dirancang khusus untuk menjalankan tugas kecerdasan buatan langsung pada perangkat. Pendekatan ini bertujuan untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada server cloud.

Langkah inovatif ini dinilai dapat mempercepat pemrosesan informasi secara signifikan. Selain itu, cara ini juga akan mengurangi beban dan ketergantungan pada sumber daya komputasi awan (cloud computing).

Kaminitz pun telah memberikan pengumuman resmi melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengambil alih tanggung jawab atas inisiatif proyek penting tersebut.

Di sisi lain, pihak Google menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut terkait masalah ini. Penolakan tersebut disampaikan ketika mereka secara langsung dimintai keterangan oleh Haaretz.[]

Back to top button