Hadiri Parade Tauhid Sumbar, Habib Rizieq Seru Masyarakat Bersatu Lawan LGBT
Padang (Suaraislam.id) – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab, menyerukan pentingnya persatuan umat Islam dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar, khususnya dalam menghadapi maraknya fenomena LGBT (lesbian gay biseks dan transgender) yang menurutnya telah menjadi agenda internasional.
Seruan tersebut disampaikan Habib Rizieq saat dalam rangkaian acara Parade Tauhid di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6/2026).
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh berpecah belah dan harus bersatu dalam menjaga nilai-nilai agama.
“Umat Islam harus bersatu, jangan berpecah belah, umat Islam harus bersatu khususnya dalam amar makruf nahi mungkar,” ujarnya.
Habib Rizieq mengaku bangga melihat kehadiran berbagai unsur masyarakat Minangkabau dalam acara tersebut.
“Saya bangga dengan para datuk yang hadir di sini, para ninik mamak, profesor, doktor, dosen saudara hadir di sini. Mereka tahu betul saudara. Ini bukan saatnya lagi kita berpecah belah. Wajib kita semua bersatu insya Allah,” katanya.
Menurutnya, keinginan masyarakat Minang untuk melawan LGBT harus didukung dengan persatuan yang kuat. Ia menilai LGBT bukan hanya merupakan kekuatan lokal atau nasional, melainkan memiliki dukungan internasional.
“Saudara, LGBT ini bukan hanya kekuatan lokal, bahkan bukan hanya kekuatan nasional. LGBT ini punya kekuatan internasional,” ujar Habib Rizieq.
Ia menyebut berbagai platform media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai produk Meta yang menurutnya menjadi pendukung utama LGBT.
“Itu yang namanya Instagram, itu yang namanya Facebook, Saudara, itu produk-produk Meta itu pendukung utama LGBT. Makanya kalau Anda tulis LGBT di Facebook saudara, atau di Instagram, langsung dihapus oleh mereka,” katanya.
Habib Rizieq juga mengatakan bahwa tokoh-tokoh yang dianggap anti-LGBT kerap mengalami pembatasan di media sosial.
“Kalau Anda foto saya, rekam saya seperti ini, masukin di Facebook. Oh, langsung diblokir, langsung dibanned, Saudara. Itu jangankan ceramah seperti ini, fotonya saja dihapus. Kenapa? Oh, ini anti LGBT. Jadi LGBT ini kekuatan internasional,” tuturnya.






