Hanya karena Layang-Layang, Zionis Israel Ancam Bombardir Gaza
Kota Gaza (Suaraislam.id) — Seorang anak Palestina di Jalur Gaza menangis sembari merobek layang-layang miliknya satu per satu di luar tenda pengungsian. Aksi menyayat hati ini ia lakukan setelah Israel mengancam akan mengintensifkan serangan dan memaksa warga mengungsi hanya karena layang-layang terbang hingga ke wilayah Israel.
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bocah tersebut merobek layang-layangnya dengan penuh amarah sebelum akhirnya duduk menangis di samping tenda.
“Untuk menyenangkan Netanyahu, untuk menyenangkan Katz, untuk menyenangkan Trump, mereka ingin merampas hal yang kami cintai,” ujar anak itu sambil merusak mainannya. “Demi Allah, hatiku hancur luluh,” lanjutnya.
Bocah tersebut tinggal di tenda pengungsian di Gaza, tempat anak-anak terpaksa memilih permainan sederhana di tengah kehancuran akibat perang pembantaian oleh Israel.
Bagi anak-anak yang hidup di antara deretan tenda dan puing-puing, menerbangkan layang-layang menjadi salah satu dari sedikit sarana hiburan yang tersisa.
Namun, hiburan sederhana ini mendadak menjadi sasaran ancaman keamanan Israel setelah beberapa layang-layang dilaporkan terbawa angin hingga mendekati wilayah Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam akan memperhebat serangan serta memaksa warga mengungsi jika layang-layang, balon, dan drone terus mencapai wilayah mereka.
Katz menegaskan bahwa Israel akan memperlakukan layang-layang sama seperti drone, “baik membawa bahan peledak maupun tidak”, serta telah memerintahkan militer untuk membalas setiap peluncuran.
Meski demikian, militer Israel sendiri mengakui bahwa setelah memeriksa empat layang-layang yang ditemukan, tidak ada bahan mencurigakan yang terdeteksi dan mainan tersebut sama sekali tidak membahayakan.
Pihak militer Israel juga tidak mampu memberikan bukti publik untuk memperkuat klaim bahwa Hamas berada di balik layang-layang tersebut.
Hamas menegaskan bahwa layang-layang itu hanyalah mainan anak-anak dan menuduh Israel memanfaatkan hal tersebut sebagai dalih untuk melakukan eskalasi kekerasan baru.
Kantor HAM PBB turut mengecam ancaman Israel yang ingin mengungsi warga Gaza hanya gara-gara layang-layang, dan menyebut tindakan tersebut melanggar hukum internasional dalam melindungi warga sipil.






