NASIONAL

HNW: Tanpa Kemerdekaan, Tak Ada Perdamaian Dunia

Indonesia selalu konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional, baik lewat pertemuan parlemen dunia maupun jalur diplomasi resmi pemerintah. Anggota Komisi VIII DPR ini berharap forum dialog tersebut mampu menghasilkan langkah konkret untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berlandaskan penghentian segala bentuk penjajahan.

HNW meyakini bahwa kolaborasi global merupakan kunci paling efektif untuk menghapuskan sistem penindasan di muka bumi.

“Semoga forum ini menjadi wadah produktif yang menghasilkan gagasan dan kerja sama nyata untuk menghadirkan perdamaian dunia yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Transisi Peradaban Dunia

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi masa transisi peradaban akibat maraknya konflik geopolitik global. Kondisi transisi yang sangat kompleks ini turut memicu krisis kepemimpinan serta menuntut lahirnya sebuah proposal peradaban baru untuk menyatukan kembali umat manusia.

“Pada dasarnya kita saling mewarisi dari satu peradaban ke peradaban yang lain. Tidak ada satu peradaban yang berhak mengklaim dirinya sebagai pemberi kontribusi terbesar dalam sejarah panjang kehidupan manusia,” kata Anis.

Anis turut menyoroti siklus jatuh bangunnya sebuah peradaban sebagai hukum sejarah murni yang sama sekali tidak dapat dihindari oleh manusia. Mengingat siklus tersebut, konflik sering kali muncul sebagai sebuah tahapan dinamika menuju titik keseimbangan baru dalam tatanan global.

Berbagai gejolak peperangan yang meletus dewasa ini sangat erat kaitannya dengan proses panjang transisi peradaban umat manusia tersebut.

“Kita tidak perlu heran ketika menyaksikan konflik karena hal itu merupakan proses alami dalam sejarah peradaban manusia yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Berbagai pertikaian di Eropa Timur hingga Timur Tengah berakar pada krisis sistemik seperti hilangnya kepemimpinan global dan persaingan supremasi kekuatan besar. Baginya, dunia saat ini sedang bergerak secara perlahan menuju tatanan global baru untuk menggantikan sistem lama yang telah kehilangan relevansinya.

“Yang sudah pasti adalah tatanan lama ini sedang berakhir, sementara tatanan baru sedang muncul ke permukaan. Dalam proses peralihan panjang itu akan banyak kontraksi maupun konflik yang terus kita saksikan seperti hari ini,” jelasnya.

Sebagai bentuk solusi konkret, Anis menawarkan proposal peradaban besar yang mampu menyatukan elemen agama, demokrasi, kemakmuran, sains, dan seni. Kombinasi kelima unsur fundamental tersebut diyakini olehnya dapat menjadi fondasi kokoh bagi masa depan dunia yang jauh lebih damai dan berkeadilan.

“Agama adalah sumber inspirasi dan nilai, sains untuk mengelola kehidupan, serta demokrasi sebagai cara terbaik mengelola hubungan sosial-politik. Sementara itu, kemakmuran adalah tujuan bersama yang ingin dicapai dan seni akan membuat kehidupan ini menjadi jauh lebih indah,” tuturnya.

Anis mengajak seluruh pihak untuk mencari jalan penyelesaian damai demi membangun peradaban kokoh yang berorientasi pada kepentingan bersama.

“Ini waktunya kita membuat proposal penyelesaian yang mampu menutup berbagai konflik secara adil demi kepentingan kita bersama sebagai sesama manusia,” tutupnya. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button