EDU-PARENTS

Ingin Anak Cerdas dan Sehat Mental? Biasakan Membaca Buku Sejak Dini

Jakarta (Suaraislam.id) – Ahli saraf Universitas Cambridge, Profesor Barbara Sahakian, menyebut hobi membaca semasa kecil berpengaruh pada tingkat stres yang lebih rendah. Kebiasaan ini juga berdampak pada minimnya masalah kesehatan mental serta fungsi otak yang lebih baik saat dewasa.

“Ini adalah sesuatu yang harus kita dorong sejak usia dini mengingat semakin banyak bukti manfaatnya. Namun sebenarnya, tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai,” kata Sahakian dalam siaran New York Post pada Jumat (18/9).

Baca juga: Enam Menit Sehari, Ini Dahsyatnya Manfaat Membaca Buku bagi Otak dan Mental

Dalam analisis studi Adolescent Brain and Cognitive Development, Sahakian dan timnya mengamati data lebih dari 100.000 anak muda di Amerika Serikat. Peserta dibagi menjadi kelompok yang mulai membaca untuk kesenangan sejak usia 2–9 tahun dan kelompok yang baru membaca belakangan atau tidak sama sekali.

Tim kemudian memeriksa wawancara klinis, tes kognitif, penilaian mental, serta pemindaian otak dari masing-masing peserta. Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara membaca rekreasi sejak dini dan kemampuan kognitif yang lebih baik selama masa remaja.

Para pembaca awal memperoleh skor lebih tinggi pada tes pembelajaran verbal, memori, dan perkembangan bicara. Mereka juga memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik dengan tingkat stres dan depresi yang lebih rendah.

Keuntungan lainnya, anak-anak yang gemar membaca memiliki screen time lebih sedikit di depan TV maupun ponsel pintar. Pemindaian pencitraan juga menunjukkan bahwa mereka memiliki volume otak keseluruhan yang lebih besar di wilayah fungsi kognitif.

“Kami mendorong orang tua untuk melakukan yang terbaik demi membangkitkan kegembiraan membaca pada anak sejak dini,” kata Profesor Jianfeng Feng dari Universitas Fudan dan Universitas Warwick.

Para peneliti menemukan bahwa waktu ideal membaca untuk kesenangan bagi anak kecil adalah sekitar 12 jam seminggu. Di luar durasi tersebut, manfaat kognitif cenderung merosot karena berkurangnya waktu untuk aktivitas fisik dan bersosialisasi.

Ahli neurosains kognitif Dr. Christelle Langley menambahkan bahwa kebiasaan membaca juga terbukti bermanfaat bagi orang dewasa. Aktivitas ini dapat meredakan stres sekaligus menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.[]

Sumber: Antara

Back to top button