Kesehatan Kulit Wajah Terancam Dampak Buruk Kurang Tidur
Jakarta (SI Online) – Meskipun Anda sudah rajin menggunakan skincare dengan tahapan yang panjang, wajah terkadang tetap saja terlihat lelah.
Persoalan ini bukan sekadar tentang produk yang diaplikasikan, melainkan juga terkait kebiasaan buruk, terutama saat tubuh kekurangan waktu istirahat.
“Tidur adalah salah satu pilar kesehatan kulit yang paling penting, dan paling sering diabaikan,” jelas James Kilgour, MD, dokter spesialis kulit di Golden State Dermatology dan pendiri KilgourMD.
James Kilgour menerangkan bahwa waktu tidur yang kurang akan memengaruhi tampilan luar tubuh dengan sangat cepat.
Ketika Anda tidak cukup memejamkan mata di malam hari, tanda-tanda kelelahan tersebut akan langsung terlihat jelas di depan cermin.
Perubahan mulai dari menebalnya lingkar hitam di bawah mata, munculnya kemerahan, hingga wajah yang tampak kusam menjadi hal yang sulit dihindari.
Saat Anda terlelap pada malam hari, tubuh sebenarnya sedang bekerja keras melakukan regenerasi.
Fase tidur nyenyak akan memicu tubuh untuk meningkatkan sirkulasi darah menuju area kulit, mempercepat produksi kolagen, dan memaksimalkan perbaikan sel yang rusak.
Malam hari merupakan waktu yang paling krusial bagi tubuh untuk memulihkan kondisi fisiknya secara alami.
Oleh karena itu, membangun rutinitas perawatan kulit pada malam hari sangat dianjurkan untuk mendukung proses tersebut.
Lantaran kulit berada dalam mode perbaikan saat tidur, para ahli menyarankan penggunaan bahan aktif untuk mendukung pergantian sel-sel kulit.
Di sisi lain, perawatan pada pagi hari lebih difokuskan sebagai bentuk perlindungan kulit dari paparan eksternal.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeswiralagamulyakota.org
“Saat tidur perbaikan kulit dimaksimalkan berkat sistem saraf parasimpatis dan ritme sirkadianmu. Tanpa tidur yang cukup, siklus regeneratif ini tidak dapat mengimbanginya,” tambah Ellen Marmur, MD, dokter spesialis kulit dan pendiri Marmur Medical.






