SEHAT

Kafein Bukan Pengganti Tidur

Jakarta (SI Online) – Penelitian terbaru dalam jurnal Neuropsychopharmacology mengungkapkan bahwa kafein dapat membantu memulihkan fungsi memori yang terganggu akibat kurang tidur.

Studi yang melibatkan 119 tikus laboratorium ini meneliti bagaimana gangguan siklus istirahat memengaruhi memori sosial serta peran kafein di dalamnya.

Para peneliti menemukan bahwa kurang tidur secara signifikan menurunkan aktivitas pada hipokampus, yaitu bagian otak yang krusial bagi pembentukan memori.

Kondisi kurang tidur tersebut memicu peningkatan reseptor adenosin A1 yang menyebabkan rasa lesu dan penurunan aktivitas neuron pada subjek penelitian.

Kehadiran kafein ditemukan mampu membalikkan efek negatif tersebut dengan cara memblokir senyawa adenosin agar tidak berikatan dengan reseptornya.

“Dalam penelitian ini, tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan baik dalam fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip dari siaran Eating Well pada Ahad (20/04/2026).

Meskipun menunjukkan hasil positif, para ahli mengingatkan bahwa temuan pada tikus ini tidak dapat langsung diterapkan sepenuhnya pada perilaku manusia di dunia nyata.

Data dari studi observasional lain pada manusia memang mendukung adanya korelasi antara asupan kafein yang lebih tinggi dengan fungsi kognitif yang lebih baik.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa stimulan seperti kopi tidak akan pernah bisa menggantikan peran krusial dari tidur yang konsisten dan berkualitas.

Langkah terbaik untuk menjaga kesehatan otak tetap berada pada kedisiplinan mengatur jadwal tidur dan membatasi paparan layar perangkat elektronik sebelum beristirahat.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesbangka.org

Mengonsumsi kopi pada waktu yang salah, terutama menjelang malam hari, justru berisiko merusak kualitas tidur yang sangat dibutuhkan oleh otak.

Sumber: ANTARA

Back to top button