Itamar Ben-Gvir: Wajah Kanan Keras Israel atau Wajah Israel?
Ben-Gvir di Al-Aqsa
Pada 2012, Ben-Gvir berhasil menjadi pengacara meskipun mendapat penolakan dari Asosiasi Pengacara Israel yang berusaha menghalanginya karena riwayat kriminalnya.
Ia kemudian dikenal sebagai pembela para pemukim Yahudi garis keras dan kelompok kanan ekstrem.
Pada 2015, hubungan dekatnya dengan kelompok kanan ekstrem kembali menjadi sorotan ketika ia menghadiri pesta pernikahan Amiram Ben-Uliel.
Ben-Uliel dihukum karena membakar rumah keluarga Palestina di desa Duma, Tepi Barat yang diduduki, sehingga menewaskan seorang bayi berusia satu tahun dan kedua orang tuanya.
Dalam pesta tersebut, para tamu terekam menari sambil membawa pisau, senapan serbu, dan bom molotov. Salah seorang tamu bahkan berulang kali menusuk gambar bayi yang menjadi korban tersebut.
Ben-Gvir membela acara tersebut dan mengklaim bahwa “tidak ada yang menyadari bahwa itu foto anggota keluarga Dawabsheh”, pernyataan yang memicu ketidakpercayaan luas.
Anggota Knesset Ofer Cassif, yang pernah mempertanyakan kelayakan Ben-Gvir untuk mencalonkan diri, menggambarkan sosoknya secara berbeda dari citra ramah yang kadang ditampilkan media Israel. “Saya tidak pernah melihat Ben-Gvir tertawa atau bercanda,” kata Ofer Cassif.
“Dia seorang perundung, tetapi seperti perundung di halaman sekolah yang langsung diam ketika guru meninggikan suara,” lanjut Ofer Cassif. “Ben-Gvir adalah orang yang keras dan penuh kekerasan,” tambah Ofer Cassif.
“Dia pernah dihukum karena mendukung terorisme dan pernah memajang foto Baruch Goldstein di dinding rumahnya,” tegas Ofer Cassif.
Kebencian yang Dipolitisasi
Pada 2022, Netanyahu membantu membentuk aliansi antara Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, pemimpin Religious Zionist Party.
Setelah sebelumnya berkoalisi dalam pemilu 2019 dan 2021, mereka kembali ke Knesset sebagai faksi terbesar ketiga dan membantu mempertahankan pemerintahan Netanyahu.
Menurut para analis, keduanya menjadi wajah publik dari unsur paling ekstrem dalam ideologi kanan pemerintahan tersebut.
Sejak itu, Ben-Gvir dituduh oleh para analis dan aktivis telah membentuk kepolisian Israel sesuai dengan pandangan kanan ekstremnya.






