Jangan Sampai Anak-Anak Saling Membenci
Bicarakan Masalah Secara Langsung
Jika ibu merasa kecewa kepada salah satu anak, bicarakanlah secara langsung tanpa menjadikan anak lain sebagai perantara. Beban masalah orang tua tidak seharusnya ditumpukkan kepada anak yang tidak terlibat.
Saat emosi, hindari melontarkan kalimat seperti “Kakakmu itu memang tidak peduli” atau “Adikmu itu memang susah diatur”. Label negatif yang diucapkan saat marah dapat tertanam dalam pikiran anak dan melekat hingga mereka dewasa.
Ajarkan Anak Melakukan Klarifikasi
Orang tua perlu mendidik anak agar tidak mudah percaya pada cerita negatif tentang saudaranya tanpa melakukan klarifikasi (tabayyun). Biasakan anak untuk bertanya secara langsung dan menyelesaikan masalah secara baik-baik tanpa menghakimi.
Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar saling menyayangi, bukan tempat memupuk rasa saling mencurigai. Oleh karena itu, para ibu hendaknya lebih bijak dalam berkomunikasi agar keluhan tidak menjadi sumber kebencian di antara anak-anak.
Selesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik, lakukan klarifikasi jika terjadi kesalahpahaman, dan nasihati kekurangan anak dengan kasih sayang. Harapannya, ketika orang tua telah tiada, anak-anak tetap saling menggenggam, menjaga, dan menyayangi satu sama lain.
Jangan sampai seorang anak kehilangan saudaranya hanya karena luka dan prasangka yang semestinya dapat dicegah sejak dini dari dalam rumah.[]






