Jihad Islam Bantah Klaim Kesepakatan, Hamas Syaratkan Pasukan Israel Angkat Kaki
Klaim Trump Mengenai Pelucutan Senjata
Pernyataan tegas Hamas dan bantahan Jihad Islam muncul usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) telah mencapai kesepakatan bersejarah.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Trump mengklaim kesepakatan itu mencakup pelucutan senjata total Hamas beserta kelompok perlawanan lainnya di Gaza.
“Dewan Perdamaian hari ini mencapai kesepakatan bersejarah mengenai pelucutan senjata sepenuhnya oleh Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa penarikan pasukan Israel akan dilakukan secara bertahap seiring berjalannya proses pelucutan senjata. Pasukan Stabilisasi Internasional nantinya bertugas mendampingi kepolisian Palestina yang baru untuk menjaga keamanan.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Washington Post bahwa draf kesepakatan merujuk pada rencana 20 poin yang diajukan Washington. Pejabat tersebut memperingatkan bahwa Presiden Trump akan sangat kecewa apabila Israel bertindak tidak patuh.
Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza, Nickolay Mladenov, turut menyatakan melalui akun X miliknya bahwa transisi sipil dan pelucutan senjata membutuhkan dukungan penuh Resolusi 2803 PBB.
Meskipun kesepakatan gencar dipromosikan sejak 10 Oktober 2025, serangan harian Israel tetap berlangsung di Gaza. Agresi yang melanggar kemanusiaan tersebut telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina serta menghancurkan mayoritas infrastruktur sipil.[]






