Jumlah Penduduk Usia 100 Tahun di Jepang Tembus 100 Ribu Jiwa
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menggambarkan tren penurunan jumlah lahir bayi ini sebagai kondisi darurat yang terjadi dalam senyap.
Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Jaminan Sosial memproyeksikan populasi Jepang menyusut dari rekor 128 juta jiwa pada 2008 menjadi 87 juta jiwa pada 2070.
Proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas saat ini telah mencapai 30 persen dan diperkirakan melonjak hingga 40 persen pada dekade mendatang.
Berbagai insentif dan program bantuan pemerintah untuk mendorong generasi muda berkeluarga sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan.
Para pengamat menyebutkan faktor penyebab rendahnya angka kelahiran antara lain tingginya biaya hidup, meningkatnya partisipasi wanita di dunia kerja, dan penurunan tingkat pernikahan.
Meskipun jumlah tenaga kerja asing mulai meningkat, porsi warga negara asing baru mencakup 3 persen dari total populasi akibat ketatnya kebijakan imigrasi di Jepang.
Pemerintah Jepang mencatat bahwa saat survei pertama digelar pada 1963, hanya terdapat 153 warga berusia 100 tahun, sebelum melonjak menjadi 10.000 orang pada 1998 dan kini menembus rekor baru.[]
Sumber: BBC News Indonesia






