Kazakhstan Gabung Abraham Accords, Hamas: Langkah Memalukan!
Moskow (SI Online) – Negara di Asia Tengah dengan penduduk mayoritas beragama Islam, Kazakhstan, mengonfirmasi partisipasinya dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accords), Jumat (07/11), sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan hal tersebut.
Kementerian Luar Negeri Kazakhstan menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan tersebut dibuat demi kepentingan negara dengan tujuan memperkuat kerja sama dengan semua “negara yang berkepentingan”.
“Keputusan penting ini dibuat semata-mata demi kepentingan Kazakhstan dan sepenuhnya konsisten dengan karakter kebijakan luar negeri republik ini yang seimbang, konstruktif, dan damai,” menurut kementerian tersebut.
“Bergabung dengan Perjanjian Abraham akan berkontribusi untuk memperkuat kerja sama negara kami dengan semua negara berkepentingan dan, oleh karena itu, sepenuhnya sejalan dengan tujuan strategis Kazakhstan,” tambahnya.
Kemlu juga menambahkan, Kazakhstan akan terus dengan tegas memperjuangkan penyelesaian konflik Timur Tengah yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan berdasarkan hukum internasional, resolusi PBB yang relevan, dan prinsip “dua negara untuk dua bangsa”.
Perjanjian Abraham adalah serangkaian perjanjian yang menormalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan beberapa negara Arab selama masa jabatan pertama Trump. Hingga kini Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah bergabung dengan Perjanjian Abraham tersebut.
Sikap Hamas
Gerakan perlawanan Islam di Palestina, Hamas, mengecam upaya Kazakhstan memulihkan hubungan dengan Israel dengan bergabung dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accords).
Dalam pernyataannya yang dirilis pada Jumat (7/11), kelompok pejuang Hamas menyebut langkah Kazakhstan itu sebagai pembenaran atas tindakan Israel yang telah menewaskan lebih dari 68.800 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023.
“Deklarasi Kazakhstan untuk bergabung dengan Abraham Accords dan memperkuat hubungan dengan entitas kriminal Zionis [Israel] adalah langkah yang tidak bisa diterima dan memalukan,” kata Hamas.
Sebagai informasi, hubungan diplomatik Kazakhstan-Israel telah terjalin sejak 1992, yang diperkuat melalui kunjungan pejabat tinggi dan kedutaan besar kedua negara.[]






