NASIONAL

Kecam Aksi GRIB Jaya Sandera Warga, Partai Ummat: Ini Hukum Rimba!

“Indonesia adalah negara hukum (Rechtsstaat), bukan negara kekuasaan (Machtsstaat), apalagi negara rimba tempat hukum rimba berlaku. Siapa pun yang melanggar hukum, apa pun seragam atau afiliasi ormasnya, harus diseret ke meja hijau. Kami berdiri bersama keluarga korban untuk menuntut keadilan!” Pungkas Denie.

Tim hukum internal partai dipastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keselamatan setiap warga negara tetap terlindungi.

Sebelumnya, rumah Ahmad Bahar dilaporkan telah didatangi oleh belasan pria yang mengaku sebagai anggota kelompok GRIB Jaya sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan tersebut merangsek masuk dengan tujuan utama mencari keberadaan Ahmad Bahar di kediamannya.

Karena target yang dicari sedang tidak berada di tempat, kelompok tersebut akhirnya membawa paksa putri korban yang berusia 33 tahun sebagai jaminan.

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, membenarkan bahwa putrinya dipaksa ikut ke markas kelompok tersebut agar sang suami mau menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules.

“Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya,” kata Yenni saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (18/5/2026).

Saat insiden penggerudukan itu terjadi, Yenni sedang berada di luar kota sedangkan suaminya dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Pihak keluarga sempat kehilangan kontak dengan Ahmad Bahar karena telepon selulernya tidak dapat dihubungi saat situasi genting.

Rombongan pria tersebut bahkan bertindak intimidatif dengan memaksa masuk serta menggeledah seluruh ruangan rumah yang hanya dihuni oleh anak-anak korban.

Meskipun tidak menemukan Ahmad Bahar, belasan orang tersebut sempat menolak keras untuk membubarkan diri dari lokasi kejadian.

“Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih,” ucap dia.

Guna memastikan keselamatan jiwa sang anak, Ketua RW setempat akhirnya memutuskan ikut mendampingi korban selama dibawa oleh rombongan tersebut ke markas mereka.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button