Kekuatan Cinta
Rasulullah saw menjelaskan,
إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ، فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا
“Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku, lalu aku melihat bagian timur dan baratnya. Dan sesungguhnya umatku akan mencapai kekuasaan di seluruh bagian bumi yang diperlihatkan kepadaku itu.” (HR Muslim)
وَسَيَصِلُ مَلْكُ أُمَّتِي مَا زُوِيَ لِي مِنَ الأَرْضِ
“Dan kerajaan umatku akan mencapai apa yang diperlihatkan kepadaku dari bumi.” (HR Ahmad)
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di zaman akhir, Allah akan memberikan kekuasaan kepada umat Islam kembali. Dunia akan diwarnai dengan kedamaian dan kemakmuran. Al-Qur’an menjadi landasan kehidupan manusia di dunia.
Renungkanlah ayat berikut ini,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. an Nuur 55)
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (Muslimin).” (QS. an Nahl 89)
Akhirnya Rasulullah saw mengingatkan, “Kitab Allah yang memuat cerita orang-orang sebelum kamu dan mengabarkan orang-orang sesudah kamu. Ia merupakan hukum diantara kamu dan pasalnya tidak main-main. Pemimpin yang meninggalkannya akan dihancurkan Allah. Siapa yang mengambil petunjuk selainnya, akan Dia sesatkan. Ia merupakan tali yang kuat, peringatan Yang Maha Bijaksana (al Hakim), dan jalan yang lurus. Dengannya, hawa nafsu tidak akan terguncang dan lisan tidak akan ceroboh. Ulama tidak akan kenyang memakannya (memahaminya). Ia tidak dibuat banyak berulang kata dan keajaibannya tidak akan pernah luntur. Ia yang manakala didengar oleh Jin, mereka akan berkata: (Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur’an yang ajaib. Yang menunjukkan kepada (jalan) cerdik, lalu kami beriman kepadanya. QS Jin ayat 1). Siapa berucap dengannya, maka akan benar. Siapa mengamalkannya akan mendapat pahala. Siapa menggunakan hukumnya, berarti adil. Dan siapa mengajak kepadanya, akan ditunjukkan ke jalan yang lurus.“ (HR Imam Tirmidzi dalam Fadhailul Qur’an). []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






