#PSBB JakartaNASIONAL

Keluar-Masuk Ibu Kota Diperketat, Harus Tunjukkan SIKM

Jakarta (SI Online) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan keluar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah munculnya gelombang baru penularan COVID-19.

“Kita tidak ingin kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru penularan COVID-19,” kata Anies dalam konferensi video yang diselenggarakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin 25 Mei 2020.

Pengetatan keluar-masuk itu dengan memberlakukan Surat Izin-Keluar Masuk (SIKM) wilayah Jakarta bertujuan untuk mencegah terjadinya pertambahan kasus baru COVID-19 di Jakarta, terutama dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga untuk keluar atau masuk ke wilayah Jakarta.

“Sekarang kita berhadapan dengan situasi yang cukup unik di masa akhir dari perpanjangan PSBB ini bersamaan dengan mudik dan musim arus balik. Karena itulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat ketentuan bahwa semua orang yang akan berpergian harus mendapatkan izin dan yang berpergian adalah orang-orang yang memang bekerja di 11 sektor yang diizinkan,” kata Anies.

Informasi cara mendapatkan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) wilayah Provinsi DKI Jakarta dapat diakses di alamat website https://corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta. Salah satu syarat mendapatkan surat izin keluar-masuk tersebut adalah memiliki surat keterangan sehat dari hasil tes COVID-19.

Anies tidak ingin upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 yang telah dilakukan selama pemberlakuan PSBB itu menjadi sia-sia.

“Kita tidak ingin di tempat ini muncul lagi peristiwa-peristiwa seperti awal bulan Maret, kita berharap melandai dan segera bisa tuntas,” tutur Anies.

Untuk itu, warga yang ingin keluar-masuk Jakarta harus mengurus SIKM. Surat izin-keluar masuk itu akan menjadi penyeleksi bagi mereka yang berdasarkan ketentuan merupakan pekerja di 11 sektor yang diizinkan dan dalam kondisi sehat untuk masuk dan ke luar Jakarta.

Karena itu Anies menegaskan agar masyarakat sebisa mungkin menunda dulu untuk masuk ke wilayah Jakarta apabila tidak memiliki kepentingan seperti yang telah disebutkan dalam aturan Pergub tersebut.

“Bila anda berencana ke Jakarta dan tidak memilki ketentuan-ketentuan yang disebutkan di sini (di laman corona.jakarta.go.id), tidak memiliki hasil tes (kesehatan), maka tunda dulu keberangkatannya (ke Jakarta),” tegas Anies.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button