FILANTROPI

Kembangkan Stroke Center, Cinta Quran Foundation dan RS Islam Bogor Targetkan Wakaf Rp231 Miliar

Targetkan penghimpunan Rp231 miliar, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, mengembangkan Stroke Center, dan memperluas manfaat sosial bagi masyarakat.

Jakarta (Suaraislam.id)– Cinta Quran Foundation (CQF) bersama Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) meluncurkan Program Rumah Sakit Wakaf dalam acara Press Conference & Soft Launching yang diselenggarakan di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Stroke Sedunia.

Peluncuran ini menjadi momentum dimulainya kerja sama strategis antara kedua lembaga untuk memperkuat pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan manfaat wakaf yang berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Ustaz Fatih Karim, Founder Cinta Quran Foundation, dan Dwi Sudharto, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor.

Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pembangunan dan pengembangan infrastruktur rumah sakit, tetapi juga penguatan pelayanan, kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai inisiatif sosial di bidang kesehatan.

Kunjungan Pasien Meningkat, Kapasitas Pelayanan Perlu Diperkuat

Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) merupakan rumah sakit berbasis wakaf yang dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor. Dengan landasan tersebut, pengembangan RSIB tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan medis, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat sosial bagi masyarakat.

Berdasarkan data internal RSIB, jumlah kunjungan pasien meningkat dari 57.816 kunjungan pada 2021 menjadi 97.148 kunjungan pada 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 68% dalam tiga tahun.

Peningkatan ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan RSIB sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit.

Data internal RSIB pada 2025 juga menunjukkan bahwa sekitar 85% komposisi pasien merupakan peserta BPJS, sementara 15% lainnya merupakan pasien non-BPJS.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pengembangan rumah sakit yang mampu menjaga akses pelayanan bagi masyarakat luas sekaligus membangun model pendanaan yang berkelanjutan.

Pengembangan Stroke Center

Momentum peluncuran yang bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia juga menegaskan perhatian terhadap kebutuhan pelayanan penyakit stroke di Indonesia.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, RSIB diarahkan untuk memiliki Stroke Center dengan peningkatan kemampuan pelayanan secara bertahap, termasuk penguatan fasilitas medis, teknologi diagnostik, dan sumber daya manusia.

Pengembangan fisik direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027 secara bertahap, dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan yang berjalan seiring dengan tahapan pengembangan rumah sakit.

Melalui langkah ini, CQF dan RSIB berharap dapat memperkuat kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan, khususnya terkait penyakit stroke.

1 2Laman berikutnya
Back to top button