Kepala Hamas Usulkan 10 Proyek Strategis dan Serukan Aliansi Global untuk Palestina
“Segala upaya memutarbalikkan tujuan kami tidak dapat diterima. Kami yang memutuskan, kami bangsa yang tak tergoyahkan,” katanya.
Melindungi Perlawanan, Menyelamatkan Tepi Barat dari Yudaisasi
Mashaal menekankan pentingnya melindungi proyek perlawanan dan persenjataannya, yang ia sebut sebagai “kehormatan bangsa.”
Ia memperingatkan bahwa Tepi Barat saat ini menghadapi pertempuran besar melawan Yudaisasi, perluasan permukiman, dan penggusuran paksa.
“Rencana-rencana itu terungkap satu demi satu. Ini tanggung jawab bangsa Arab, Muslim, dan komunitas internasional. Dunia mendukung kita setelah menyaksikan kejahatan Zionis di Gaza,” katanya.
Membebaskan Tahanan Palestina
Mashaal juga menyerukan pembebasan seluruh tahanan Palestina yang menurutnya mengalami bentuk-bentuk penyiksaan paling kejam di penjara Israel.
Pemenjaraan, katanya, adalah kejahatan yang semakin memburuk dua tahun terakhir di bawah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, termasuk adanya rancangan undang-undang yang membuka peluang eksekusi tahanan.
Persatuan Nasional sebagai Syarat Kemenangan
Ia menekankan urgensi membangun persatuan nasional, baik di dalam maupun luar Palestina, serta memperkuat semangat perjuangan dalam politik dan pengambilan keputusan.
“Tidak ada kemenangan tanpa persatuan, tidak ada pencapaian tanpa kemitraan. Kita semua saling membutuhkan dan kekuatan kita tumbuh bersama,” kata Mashaal.
Ia memperingatkan bahwa sejumlah proyek internasional bertujuan menghapus Gaza, Tepi Barat, Otoritas Palestina, dan faksi-faksi perlawanan dari peta politik.
Karena itu, ia menyerukan pembentukan strategi Arab dan Islam untuk melindungi kawasan dari agresi Israel, sekaligus menolak segala bentuk normalisasi dengan entitas yang ia sebut “kriminal”.
Memboikot Israel dan Memanfaatkan Sikap Dunia yang Kian Mengecam
Mashaal mengatakan bahwa sebagian besar negara kini memandang Israel sebagai entitas kriminal dan “paria internasional” yang harus dihukum.
Menurutnya, momentum global yang mengecam kejahatan Israel di Gaza harus dimanfaatkan untuk memperkuat energi pembebasan dan isolasi diplomatik terhadap Tel Aviv.






