#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Kepala Hamas Usulkan 10 Proyek Strategis dan Serukan Aliansi Global untuk Palestina

Istanbul (SI Online) – Kepala Hamas di luar negeri, Khaled Mashaal, menyerukan pembentukan aliansi global guna mendukung Palestina dan perjuangan kemerdekaannya. Ia menilai aliansi tersebut harus bekerja melalui tekanan internasional yang luas terhadap Israel, serupa dengan tekanan global yang dahulu berhasil mengakhiri rezim apartheid di Afrika Selatan.

Seruan itu ia sampaikan dalam konferensi bertajuk “Perjanjian untuk Yerusalem: Menuju Pembaruan Tekad Bangsa dalam Menghadapi Likuidasi dan Pemusnahan” yang dibuka di Istanbul, Sabtu (7/12/2025).

Dalam pidatonya, Mashaal memaparkan 10 proyek strategis prioritas yang menurutnya perlu segera dijalankan demi menghadapi fase paling kritis dalam sejarah perjuangan Palestina.

Pembebasan Yerusalem sebagai Proyek Pertama

Mashaal menegaskan bahwa kini adalah saatnya bangsa Arab dan umat Islam “membebaskan Yerusalem sebagai simbol pembebasan Palestina, pemurnian Masjid Al-Aqsa, serta pemulihan seluruh tempat suci.”

“Perjanjian untuk Yerusalem adalah pembebasannya,” ujarnya, menekankan kembali bahwa Al-Quds merupakan pusat identitas, kehormatan, dan masa depan bangsa Palestina.

Seruan Menguatkan Gaza: Mengakhiri Perang, Memulihkan Kehidupan

Mashaal meminta seluruh dunia memusatkan perhatian pada Gaza yang menurutnya masih berada dalam bayang-bayang penghancuran sistematis Israel.

Ia menyerukan:

  • penghentian perang sepenuhnya,
  • pemulihan layanan dasar dan kesejahteraan,
  • penyediaan bantuan serta tempat berlindung,
  • rekonstruksi jalur Gaza,
  • pembukaan seluruh penyeberangan,
  • penolakan terhadap setiap upaya penggusuran atau rekayasa ulang Gaza sesuai kepentingan Israel.

“Gaza—yang menghunus pedangnya untuk Yerusalem pada tahun 2021, dan yang rakyat serta perlawanannya menunjukkan ketangguhan menakjubkan—adalah kehormatan bangsa dan hati nurani umat manusia. Mereka layak mendapatkan banyak dari kita,” kata Mashaal.

Meski fase paling brutal perang telah berlalu, ia menegaskan bahwa kelaparan, pengepungan, penutupan penyeberangan, pencegahan bantuan, dan hukuman kolektif terhadap warga Gaza masih berlangsung hingga kini.

Menolak Perwalian dan Mandat Asing atas Palestina

Mashaal menegaskan penolakan total terhadap seluruh bentuk perwalian, mandat, atau pendudukan ulang atas Gaza, Tepi Barat, maupun Palestina secara keseluruhan.

“Rakyat Palestina adalah mereka yang memerintah diri mereka sendiri. Mereka memutuskan masa depannya sendiri. Tidak ada perwalian, tidak ada mandat, dan tidak ada pendudukan kembali,” tegasnya.

Menurut Mashaal, dunia harus menyadari bahwa rakyat Palestina membutuhkan perlindungan, bukan dikendalikan; dan mendambakan kemerdekaan, bukan mandat asing.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button