#Bebaskan PalestinaOPINI

Ketika Bendera Amerika Tak Berdaya di Tepi Barat

Lebih dalam lagi, kasus Ridi menjadi ujian krusial bagi kredibilitas AS sebagai mediator perdamaian di kawasan Timur Tengah. Selama puluhan tahun, AS memainkan peran sebagai penengah yang adil, tetapi kasus ini memperlihatkan kebusukan diplomasi mereka.

Jika pemerintah AS tidak mampu mengamankan hak paling mendasar—yakni kebebasan bergerak—bagi warganya sendiri di hadapan militer sekutu dekatnya, bagaimana mungkin rakyat Palestina lainnya mempercayai AS sebagai penjamin solusi dua negara?

Bendera yang dikibarkan Ridi bukanlah lambang patriotisme kosong, melainkan bentuk gugatan keras atas kegagalan diplomasi Washington. Ini adalah momen di mana retorika “hak asasi manusia” berbenturan dengan realitas politik aliansi militer, dan sayangnya, realitas pragmatis selalu menang.

Pada akhirnya, nasib Loui Ridi adalah cermin mikroskopis dari tragedi besar kolektif yang dialami oleh rakyat Palestina. Orang Palestina telah menderita sekian lama akibat opresi yang terus berulang ini. Seorang Ridi yang warga AS rela menempuh perjalanan ribuan kilometer dan mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan dinding-dinding rumahnya, tetapi ia berhadapan dengan mesin kekuasaan yang jauh lebih besar dari sekadar tubuhnya.

Lantas kenapa AS tidak juga serius untuk menghentikan opresi dan kekerasan sistematis yang dilakukan oleh Israel? AS dalam hal ini harus segera membuka matanya agar tidak lagi mendukung kekerasan Israel terhadap bangsa atau keturunan Palestina.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button