#Menuju Pilpres 2024NASIONAL

Ketum MUI: Kata ‘Amin’ Sudah Ada Sejak Dahulu, Tak Ada Kaitan dengan Anies-Muhaimin

“Nah, karena ini nuansanya politik sehingga akhirnya jadi ramai. Akhirnya ramai. Tetapi, saya berharap bahwa kita ini berhati-hati. Saya minta ketika para ustaz ngaji berhati-hati dalam bercanda. Ketika capres berpidato atau bercanda, hati-hati bercanda. Ketika pimpinan partai bercanda dengan diksi-diksi agama, saya berharap supaya hati-hati,” pesannya.

Anwar berharap kepada seluruh bangsa, rakyat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan Indonesia. Tetap menjaga Indonesia yang damai, pemilu yang damai, Indonesia yang aman. Jangan sampai karena kasus itu dapat terprovokasi.

“Kita tidak ingin bahwa pemilu ini akan berakibat pecahnya persatuan Indonesia. Persatuan ini mahal sekali,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyebut pihak yang menyinggung ritual keagamaan melalui narasi politik sebagai bentuk perilaku kekanak-kanakan.

“Kita ini jangan kayak kanak-kanak lah, urusan ‘Amin’ itu kan tidak berarti calon presiden. ‘Amin’ itu dari dulu sudah ada,” kata Ma’ruf Amin.

Ma’ruf mengatakan, kata “Amin” dalam ritual ibadah umum diucapkan untuk menyimpulkan dan mengakhiri suatu doa dan bermakna sebagai istilah agar dikabulkan.

Namun, menjelang kontestasi Pemilu Presiden 2024, kata itu identik dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau yang disingkat sebagai pasangan “AMIN”.

“Kalau orang bilang ‘wa lad-daallin’, ya mesti ‘amin’-lah, terus apa diganti? Ya enggak mungkinlah dan itu semua orang tahu,” kata dia.[]

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button