QUR'AN-HADITS

Keunikan Surah Luqman: Pedoman Abadi untuk Mendidik Anak di Era Digital

Melatih Etika Sosial dan Komunikasi

Luqman juga menekankan akhlak sosial:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا

“Dan janganlah engkau memalingkan muka dari manusia (karena sombong), dan jangan berjalan dengan angkuh di bumi.” (Q.S. Luqmān [31]: 18)

Ayat ini mengajarkan kerendahan hati, adab berinteraksi, serta cara membawa diri di tengah masyarakat.

Di media sosial, banyak anak terjebak sikap pamer, kompetitif, atau mudah merendahkan orang lain. Surah Luqman memberi arah agar mereka tetap bersikap rendah hati meskipun dunia digital sering mendorong perilaku sebaliknya.

Menanamkan Kesederhanaan di Tengah Konsumerisme Digital

Nilai lain yang diajarkan adalah kesederhanaan:

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ

“Bersederhanalah dalam berjalan…” (Q.S. Luqmān [31]: 19)

Ayat ini mengajarkan prinsip keseimbangan. Dalam dunia digital yang penuh iklan, tren, dan ajakan membeli ini itu, anak perlu diajarkan hidup sederhana.

Kesederhanaan tidak berarti anti teknologi, tetapi menggunakannya seperlunya. Tidak semua yang viral harus dimiliki, tidak semua tren harus diikuti.

Penutup

Surah Luqman bukan hanya kumpulan nasihat seorang ayah, tetapi panduan pendidikan yang lintas zaman. Ia tetap relevan di era digital karena mengajarkan nilai-nilai dasar yang justru semakin dibutuhkan: tauhid, adab, integritas, disiplin ibadah, kerendahan hati, hingga kesederhanaan.

Ketika teknologi terus berkembang, manusia tetap membutuhkan pondasi moral sebagai pengarah hidup. Surah Luqman menyediakan kompas itu, kompas yang menuntun hati agar tetap teguh, meskipun dunia berubah begitu cepat.[]

Muhammad Rifqi Rizal, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah, Universitas PTIQ Jakarta.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button