Kiai Abbas Aula, Kader Didikan Mohammad Natsir yang Menjaga Dakwah di Bogor
Kiai Abbas juga mengajak peserta raker menghidupkan kembali prinsip perjuangan Mohammad Natsir yang menjadi ruh DDII sejak didirikan pada 1967.
Ia mengingatkan ungkapan terkenal Buya Natsir bahwa dahulu umat Islam berpolitik untuk dakwah, sedangkan setelah DDII berdiri orientasinya bergeser menjadi berdakwah demi tegaknya nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa. “Prinsip umat terbaik adalah dakwah dan amar makruf nahi mungkar,” jelasnya.
Namun ia menambahkan, amar makruf nahi mungkar juga memerlukan kekuatan institusional. “Ketika menjalankan nahi mungkar, diperlukan kekuasaan untuk memberikan instruksi. Karena itu dakwah harus melahirkan masyarakat yang kuat, berilmu, dan memiliki pengaruh dalam kebaikan,” jelasnya.
Menjelang akhir nasihatnya, Kiai Abbas menyampaikan pesan yang harus diingat peserta raker: bahwa dakwah tidak akan pernah berjalan tanpa ujian.
Ia mengaku bersyukur melihat semangat pengurus DDII Kota Bogor menyusun program lima tahun ke depan, tetapi mengingatkan bahwa tantangan akan selalu menyertai setiap langkah perjuangan.
“Saya bahagia dan bangga dengan raker ini. Mudah-mudahan Allah memberikan kelancaran. Namun yang namanya dakwah pasti selalu ada tantangan, maka kita harus menghadapinya bersama,” ujarnya.
Pesan terakhirnya disampaikan dengan penuh keyakinan. “Kita jangan putus asa, apalagi pesimis. Islam itu tinggi. Muslim yang benar-benar berkomitmen kepada Islam, insya Allah akan Allah angkat derajatnya.”
Kalimat itu menjadi penutup yang seolah merangkum perjalanan hidupnya sendiri: seorang pemuda dari pelosok Flores yang dibimbing Mohammad Natsir, ditempa di Madinah, lalu menghabiskan puluhan tahun menjaga nyala dakwah di Kota Bogor. []






