OASE

Kiat Islam Menghindari Pelit, Dendam, dan Sombong

Dirinya akan berusaha membiasakan diri menggunakan hartanya untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Kesadaran utuh ini diyakini mampu meredam sifat pelit dan bakhil dalam jiwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Seorang Muslim yang benar imannya juga memahami bahwa setiap manusia pasti pernah terjatuh dalam kesalahan. Saat dirinya khilaf, hal yang paling diharapkan adalah pengampunan dari Allah dan pemaafan sesama.

Begitu pula ketika ada orang lain yang berbuat khilaf kepadanya, ia akan menerima dan memaafkannya dengan lapang dada.

Ia paham bahwa Allah tidak menghisabnya atas sikap buruk orang lain, melainkan menghisab bagaimana respons dirinya sendiri. Kesadaran bahwa Allah mencintai hamba yang pemaaf mendorongnya untuk selalu membersihkan hati dari dendam.

Dampaknya, yang akan senantiasa tampak pada dirinya adalah kemuliaan jiwa serta pikiran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

“(yaitu) orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134).

Tawaduk adalah lawan dari sifat sombong. Seseorang tidak akan bisa memiliki sifat tawaduk kecuali ia memahami bahwa segala sesuatu pada dirinya adalah karunia Allah.

Ia mengakui keagungan Allah karena kesombongan sejatinya hanya milik Penguasa alam semesta. Barang siapa yang mengambil sifat sombong tersebut, maka ia akan mendapat kemurkaan-Nya.

Dengan memandang sesama berdasarkan standar syariat, ia akan selalu memperlakukan orang lain sesuai haknya. Hal inilah yang pada akhirnya akan mengangkat derajatnya di sisi Allah dengan kemuliaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, ‘Salam’.” (QS. Al-Furqan: 63).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button