Kita Semua Adalah Guru
KH Hasyim Asyari adalah sosok guru yang tiada duanya. Ia mendirikan pesantren bukan di daerah yang nyaman. Ia mendirikan pesantren, di daerah kriminal, pemabuk dan para pendosa. Ia mendidik bukan hanya calon santri yang baik tapi juga calon santri yang berandalan. Ia berhasil mengubah desa tempat maksiyat menjadi desa santri. Selain itu fatwa jihadnya yang terkenal menjadikan Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan.
Melalui Taman Siswa, Ki Hajar mengusung kebebasan berpikir dan pendidikan berbasis kemerdekaan. Prinsip “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” menjadi filosofi pendidikan yang hidup hingga kini. Ki Hajar menunjukkan bahwa tugas guru bukan menjejalkan hafalan, melainkan membebaskan manusia.
Saya sendiri punya beberapa guru yang tidak terlupakan. Waktu kecil guru saya adalah kakek dan paman sendiri. Yang tiap hari rutin mengajari Al-Qur’an dan kitab-kitab berbahasa Arab Melayu. Sedangkan bapak dan ibu di rumah mengajari dengan cara mendorong agar anak-anaknya membaca banyak buku.
Kita semua mesti punya guru idola atau guru yang tidak terlupakan. Meski kadang guru itu menjengkelkan -karena guru juga tidak sempurna sebagaimana manusia lain- tapi jasa-jasanya jangan kita lupakan. Guru adalah manusia yang mendidik kita dengan ikhlash sehingga kita bisa menapaki kehidupan ini dengan cemerlang.
Rasulullah saw adalah seorang guru. “Sesungguhnya aku diutus tidak lain sebagai pengajar (mu’allim).” (HR. Ibnu Majah)
Akhirnya kita kutipkan perkataan ahli-ahli dari Barat dan ulama Islam tentang peran pentingnya seorang guru :
- Albert Einstein
It is the supreme art of the teacher to awaken joy in creative expression and knowledge. Seni tertinggi seorang guru adalah membangkitkan kegembiraan dalam kreativitas dan pengetahuan. - Henry Adams (Sejarawan Amerika)
A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops. Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti. - Aristotle
Those who educate children well are more to be honored than parents, for these give life, but those teach the art of living well. Mereka yang mendidik anak dengan baik lebih layak dihormati daripada orang tua; orang tua memberi kehidupan, guru mengajarkan seni menjalani kehidupan. - William Butler Yeats
Education is not the filling of a pail, but the lighting of a fire. Pendidikan bukan mengisi ember, melainkan menyalakan api. - Alexander the Great
I am indebted to my father for living, but to my teacher for living well. Aku berutang hidup kepada ayahku, tetapi hidup yang baik kepada guruku. - John Dewey (Filsuf pendidikan Amerika)
Education is life itself. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Dan guru, menurut Dewey, adalah the agent who connects experience with meaning. Guru adalah agen yang menghubungkan pengalaman dengan makna.
Kata-Kata Ulama Islam Tentang Pentingnya Guru
- Imam Al-Ghazali: Al-mu‘allim huwa aslu al-khayr wa manba‘ al-nur. “Guru adalah sumber kebaikan dan mata air cahaya.” Dalam Ihya’ ‘Ulumiddin, Al-Ghazali menegaskan bahwa guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membentuk akhlak dan jiwa murid.
- Imam Syafi’i: Man allamani harfan fa ana lahu ‘abdan. “Siapa yang mengajarkan kepadaku satu huruf, aku menjadi pelayannya.”
- Imam Malik: “Ilmu tidak akan diambil dari empat jenis orang… tetapi ambillah dari orang yang dikenal komitmen, amanah, dan gurunya.”
- Hasan Al-Bashri: “Sebelum engkau mengajar, perbaikilah dirimu; karena mata murid lebih tajam daripada telinganya.”
- Abdullah bin Mubarak: Ketika ditanya: “Mana yang lebih utama, guru atau orang tua?” Ia menjawab: “Orang tua sebabkan engkau keluar ke dunia, tetapi guru menyebabkannya engkau masuk surga.”
- Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: “Guru adalah perantara antara hati murid dan cahaya ilmu.”
- Ali bin Abi Thalib: “Barangsiapa mengajarkan aku satu huruf, maka ia telah menjadi guruku.”
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






