Raizal Arifin Resmi Buka Matamuda dan MPLS di Sekolah Lingkungan PUI
Majalengka (Suaraislam.id) – Semangat baru pendidikan Islam kembali digaungkan oleh Persatuan Ummat Islam (PUI). Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, secara resmi membuka Masa Ta’aruf Madrasah (Matamuda) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh sekolah dan madrasah di lingkungan PUI.
Peluncuran tersebut dipusatkan di Perguruan Darul Ulum PUI Majalengka pada Senin (13/7). Agenda ini dihadiri oleh siswa baru, guru, santri, pimpinan pesantren, serta jajaran pengurus PUI, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah PUI se-Indonesia.
Simbol Global Berbasis Akhlak
Momentum peluncuran ini berlangsung secara khidmat sekaligus membanggakan. Ketua Umum DPP PUI bertindak sebagai pembina upacara, sementara seluruh prosesi upacara dilaksanakan sepenuhnya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Hal tersebut menjadi simbol komitmen sekolah-sekolah PUI untuk melahirkan generasi Islam yang berakhlak mulia sekaligus memiliki daya saing global.
Dalam kesempatan tersebut, Raizal Arifin mengaku takjub melihat perkembangan Perguruan Darul Ulum PUI Majalengka. Ia menilai perguruan tersebut mengalami kemajuan luar biasa, baik dari sisi kualitas pendidikan, budaya sekolah, maupun semangat inovasi.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Darul Ulum tumbuh menjadi contoh bahwa lembaga pendidikan Islam mampu maju, modern, disiplin, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam. Ini adalah wajah pendidikan PUI yang harus menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah PUI di Indonesia,” ujarnya.
Membentuk Karakter Kader Umat
Dalam amanatnya, Ketua Umum menegaskan bahwa masuk ke sekolah PUI bukan sekadar menjadi peserta didik. Langkah ini merupakan awal dari perjalanan panjang membentuk karakter sebagai kader umat dan bangsa.
Ia mengajak seluruh siswa baru untuk menjadikan masa pengenalan sekolah sebagai awal membangun persaudaraan, semangat belajar, dan komitmen memperbaiki diri.
“PUI memiliki warisan besar berupa nilai Intisab dan gerakan Ishlah. Di sinilah kalian akan ditempa menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat spiritualnya, mulia akhlaknya, serta siap menjadi pemimpin masa depan.”
Raizal juga menegaskan bahwa sekolah PUI harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap peserta didik.
“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan. Sekolah adalah rumah kedua yang menumbuhkan kasih sayang, persaudaraan, dan karakter. Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang memuliakan manusia.”
Cahaya Ilmu dan Peradaban
Secara resmi, Ketua Umum kemudian membuka dan meluncurkan Matamuda serta MPLS PUI dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong dan penyalaan obor yang sarat akan makna. Gong menjadi penanda dimulainya gerakan kaderisasi nasional PUI di bidang pendidikan, sedangkan obor melambangkan cahaya ilmu yang menerangi kehidupan sekaligus api semangat yang terus menyala dalam membangun peradaban Islam.






