SOSOK

Syekh Hamad, Pemimpin Arab yang Mematahkan Blokade Israel atas Gaza

Dikenang sebagai pembela teguh hak-hak rakyat Palestina, Amir Bapak Qatar yang wafat menjadi pemimpin Arab pertama yang mematahkan blokade terhadap Gaza.

Menyusul wafatnya Amir Bapak Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada Ahad pagi (12/07), solidaritasnya terhadap rakyat Palestina tetap menjadi salah satu warisan paling menonjol dari kepemimpinannya.

Ia dikenang bukan hanya sebagai negarawan kawasan, tetapi juga sebagai sekutu setia rakyat Palestina dan satu-satunya pemimpin Arab yang secara langsung mendobrak blokade melumpuhkan yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza.

Pada Oktober 2012, Syekh Hamad mengunjungi Jalur Gaza yang terkepung. Kunjungan tersebut dilakukan enam tahun setelah Israel memberlakukan blokade internasional yang melumpuhkan wilayah tersebut menyusul pemilu Palestina 2006.

Baca juga: Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani di Doha

Ia didampingi oleh istrinya, Sheikha Moza bint Nasser, serta delegasi tingkat tinggi. Sang emir menembus isolasi politik yang dikenakan terhadap Gaza oleh negara-negara Barat dan sejumlah aktor regional.

Kedatangannya disambut secara besar-besaran, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Gaza. Kepala kantor diaspora Hamas, Khaled Meshaal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kunjungan itu berarti “Yerusalem, Gaza, dan Palestina berkabung atas kepergiannya.”

“Beliau adalah pemimpin Arab dan Muslim pertama yang mengunjungi Gaza, berdiri di sisinya dengan keberanian dan kemurahan hati, seolah-olah secara resmi mengumumkan berakhirnya blokade pada saat-saat paling gelap,” kata Meshaal kepada Al Jazeera. “Beliau cerdas, berani, dan seorang yang berpegang tenguh pada prinsip.”

Ahmed al-Syekh, jurnalis senior, pengamat urusan Arab, dan mantan direktur pemberitaan Al Jazeera Arabic, mengatakan bahwa Amir Bapak Qatar memiliki “kecintaan yang istimewa terhadap Palestina.”

“Adakah pemimpin Arab lain yang melakukan hal itu (mengunjungi Gaza), selain Hamad bin Khalifa?” ujar al-Syekh dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Ia menambahkan: “Mengapa beliau pergi ke Gaza? Karena beliau melihat semua orang di sekitar Gaza telah mengabaikannya.”

Meningkatkan Bantuan Rekonstruksi

Dalam kunjungan bersejarah tersebut, Syekh Hamad mengumumkan peningkatan dana hibah Qatar untuk rekonstruksi Gaza dari 254 juta dolar AS menjadi 400 juta dolar AS. Dana tersebut menjadi dasar pembangunan proyek-proyek penting di bidang perumahan, infrastruktur, dan layanan kesehatan yang memberi manfaat bagi ribuan warga Palestina.

Saat berpidato di Universitas Islam Gaza, yang menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada dirinya dan Sheikha Moza atas upaya kemanusiaan mereka, Syekh Hamad memuji keteguhan rakyat Palestina. Pada saat yang sama, ia juga mengkritik standar ganda masyarakat internasional.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button