NASIONAL

Kutuk Serangan Israel ke Gaza, Pimpinan Majelis Al Ihya Serukan Boikot dan Doa

Bogor (SI Online) – Pimpinan Majelis Al Ihya, KH Chaerul Saleh, mengutuk keras agresi militer Israel yang hingga kini masih terus menggempur Jalur Gaza, meskipun sebelumnya telah diumumkan adanya gencatan senjata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengajian di Majelis Al Ihya, Kota Bogor, pada Ahad 8 Februari 2026.

Kiai Chaerul menilai klaim gencatan senjata yang disampaikan Israel tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, serangan terhadap warga Gaza masih terus berlangsung, disertai dengan kebijakan yang dinilai bertujuan mengosongkan wilayah tersebut.

“Katanya ada gencatan senjata, tapi kenyataannya Israel masih menggempur Gaza. Mereka membuka jalan agar warga Gaza bisa keluar ke Mesir, tapi tidak boleh kembali. Tujuannya jelas, supaya Gaza kosong dan kemudian dikuasai,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baca juga: Korban Genosida di Gaza Terus Bertambah, 72.027 Gugur dan 171.651 Terluka

Ia juga menyoroti Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bahkan, ia mengkritik sikap pemerintah Indonesia terkait keikutsertaan dalam BoP tersebut.

“Katanya dewan perdamaian, tapi Palestina tidak dilibatkan. Sementara Indonesia harus membayar hampir Rp17 triliun untuk menjadi anggota. Ini sangat menyedihkan ketika Palestina sebagai pihak utama tidak dilibatkan,” tegasnya.

Baca juga: Soal Board of Peace, Habib Rizieq: Jangan Percaya Amerika dan Israel!

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Chaerul mengajak umat Islam untuk tetap konsisten memberikan dukungan kepada Palestina melalui doa dan aksi boikot terhadap produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Zionis. Ia menyayangkan mulai melemahnya komitmen boikot di tengah masyarakat.

“Jangan sampai kita lemah. Sekarang sudah mulai ramai lagi KFC, Starbucks, dan produk lainnya. Kita harus tetap istiqamah dan saling mengingatkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kejahatan Zionis tidak akan berhenti sampai mendapatkan dukungan global, termasuk dengan mendorong penghapusan anti-semit melalui berbagai cara.

“Mereka berjuang agar mendapat dukungan dunia, termasuk sampai ke Indonesia. Apa yang mereka lakukan itu jahat dan harus kita lawan dengan kesadaran, doa, dan sikap tegas,” pungkasnya. []

Back to top button