INTERNASIONAL

Larangan Jilbab di Sekolah-Sekolah Azerbaijan Picu Gelombang Protes dan Mogok Makan

Tanggapan dan Reaksi dari Luar Negeri

Kampanye media sosial yang dilanjutkan dengan aksi demonstrasi juga menyebar hingga ke Turki.

Sejumlah pihak membandingkan perkembangan di Azerbaijan dengan peristiwa “kudeta pascamodern” di Turki pada tahun 1997. Saat itu, perempuan yang mengenakan kerudung dilarang mengikuti kuliah di perguruan tinggi serta diberhentikan dari pekerjaan sebagai pegawai negeri.

Pekan lalu, para demonstran berkumpul di depan Konsulat Azerbaijan di Istanbul untuk memprotes pembatasan yang merugikan perempuan Muslim tersebut. Mereka mendesak pemerintah di Baku agar segera meninjau kembali keputusan tersebut.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyampaikan kritik tersirat terhadap Turki terkait gelombang aksi protes tersebut. Dalam pidatonya di kongres Partai Azerbaijan Baru, Aliyev memperingatkan agar pihak luar tidak “mencampuri gaya hidup kami” tanpa menyebut nama Turki secara langsung.

Pemerintah di Ankara belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Aliyev tersebut.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September lalu telah menegaskan bahwa perempuan Muslim dunia kini menghadapi tingkat diskriminasi yang kian meningkat.[]

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button