Lima Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Secara Mentah
Kacang Merah
Tidak semua risiko dari mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang disebabkan oleh keberadaan patogen atau bakteri. Beberapa jenis kacang kering mengandung senyawa alami yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi tanpa melalui proses pemanasan yang cukup.
Schaffner menyebut beberapa jenis kacang mengandung bahan kimia beracun yang disebut fitohemaglutinin. Kacang-kacangan jenis ini harus dimasak dengan benar untuk menonaktifkan racunnya.
Kacang merah mengandung konsentrasi fitohemaglutinin (phytohemagglutinin atau PHA) yang tinggi. Senyawa ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan ginjal serius hanya dalam beberapa jam setelah dikonsumsi. Riskiko tersebut tetap mengintai walau Anda hanya memakan empat butir kacang merah yang kurang matang.
Kacang mentah lain yang mengandung PHA dalam jumlah lebih kecil tetapi tetap signifikan adalah kacang hitam dan kacang cannellini putih.
Untuk menghindari keracunan, pastikan kacang merah dimasak pada suhu 212 derajat Fahrenheit selama minimal 10 menit agar senyawa PHA dinonaktifkan. Hal ini mudah dilakukan saat memasak di atas kompor, tetapi penggunaan slow cooker yang suhunya hanya mencapai 167 derajat Fahrenheit membutuhkan langkah tambahan.
Kurangi risiko keracunan PHA saat memasak kacang merah dengan cara merendam kacang selama lima jam dan membuang air rendamannya. Setelah itu, rebus kacang setidaknya selama 30 menit sebelum memastikan kacang benar-benar matang sepenuhnya.
Jamur Shiitake dan Morel
Jamur shiitake dan jamur morel terbukti dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan jika dikonsumsi dalam keadaan mentah atau kurang matang.
“Ada jamur yang sedikit beracun, jadi jamur ini harus dimasak, dan jika tidak dimasak dengan benar, hal ini telah menyebabkan wabah penyakit bawaan makanan,” kata Schaffner.
Dalam beberapa kasus, mengonsumsi jamur morel asli yang tidak dimasak atau kurang matang telah menyebabkan gejala gastrointestinal dan gangguan neurologis. Dampak fatalnya dapat mengakibatkan pasien harus dirawat di rumah sakit hingga menyebabkan kematian.
Jamur shiitake yang merupakan varietas budi daya komersial juga dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi mentah.
Menurut Clancy-Strawn, jamur shiitake dapat memicu dermatitis flagelata jika dimakan mentah atau kurang matang. Penyakit kulit ini dipicu oleh senyawa lentinan yang sebenarnya bisa dinonaktifkan oleh suhu panas.
“Memasak juga memecah kitin di dinding sel jamur, meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisi,” tambahnya.
Mereka yang paling berisiko terkena dermatitis flagelata adalah anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Penyakit ini menyebabkan ruam berupa garis-garis paralel merah disertai gatal hebat dalam satu hingga lima hari setelah konsumsi.
Meskipun dermatitis flagelata dapat diobati dengan obat-obatan seperti steroid dan antihistamin, pencegahan tetap menjadi langkah utama. Sangat penting untuk memasak jamur shiitake secara menyeluruh untuk mengurangi risiko kesehatan tersebut. []
Reporter: ANTARA






