SUARA PEMBACA

Lonceng Kematian Demokrasi: Pesan dari Aksi No Kings No War

Negara yang menerapkan sistem demokrasi akan senantiasa gagal membawa rakyatnya menuju gerbang kebangkitan yang sejati.

Kebangkitan sejati didefinisikan sebagai kondisi perubahan mendasar yang dialami suatu masyarakat atau negara menjadi lebih baik di segala lini.

Kondisi ini sangat kontras dengan sistem Islam kaffah yang memiliki kemampuan inheren untuk merealisasikan kebangkitan yang manusiawi dan bermartabat.

Sistem Islam kaffah akan membentuk pemimpin berorientasi akhirat dengan misi keimanan untuk menegakkan hak-hak Allah atas manusia dan alam semesta.

Pemimpin yang lahir dari sistem ini akan senantiasa menyelaraskan visi dan misinya dengan koridor hukum syariat Islam kaffah.

Ia akan menjelma menjadi pemimpin adil yang menyebarkan rahmatan lil alamin, bukan penguasa zalim yang menebar ketakutan serta kerusakan.

Sejarah membuktikan keberhasilan ini pada masa Khulafaur Rasyidin hingga Kekhalifahan Utsmaniyah yang selalu merujuk pada prinsip kemaslahatan umat.

Bahkan ketika kekhalifahan harus menggelar perang, tujuannya adalah dakwah Islam sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia melalui jalan jihad fisabilillah.

Perang dalam Islam bukan bertujuan menguasai sumber daya alam wilayah tertentu atau mengeruk kekayaan negeri dengan mengusir penduduknya.

Aktivitas tersebut dilakukan semata-mata untuk menghilangkan penghalang fisik dakwah kebaikan melalui kekuatan militer yang sesuai aturan syariat.

Hanya sistem Islam kaffah yang mampu mewujudkan kepemimpinan manusiawi yang membawa keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat.

Dalam sistem ini, pemimpin dan rakyat akan saling mendukung serta menolong dalam kebenaran dan ketakwaan, bukan dalam jalan kemaksiatan.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button