Mahasiswa, Antara Aktivisme dan Intelektualisme
Membangun Generasi Mahasiswa yang Utuh
Pada akhirnya, mahasiswa adalah harapan bangsa karena mereka memiliki dua kekuatan besar: energi muda dan akal sehat yang terdidik. Keduanya tidak boleh dipisahkan.
Mahasiswa yang hanya aktivis berpotensi terjebak dalam polarisasi, agitasi, dan instrumentalitas politik. Mahasiswa yang hanya akademis berpotensi menjadi penonton sejarah.
Yang dibutuhkan Indonesia adalah mahasiswa yang berpikir jernih, membaca banyak, meneliti serius, tetapi juga berani bersuara dan membela kepentingan rakyat. Aktivisme harus dituntun intelektualisme, dan intelektualisme harus digerakkan oleh keberanian moral.
Jika keduanya bersatu, maka lahirlah generasi mahasiswa yang bukan hanya aktif di pergerakan tapi juga aktif dalam dunia keilmuan. Dan inilah yang dibutuhkan bangsa ini, baik di masa kini maupun di masa depan. Wallahu alimun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






