#Selamatkan Al-AqshaINTERNASIONAL

Malam Lailatul Qadar, Umat Islam Palestina Diserukan Datangi Masjid Al-Aqsha Meski Ditutup Israel

Yerusalem (SI Online) – Dewan Tinggi Islam di Yerusalem menyerukan kepada umat Islam untuk tetap menjaga kehadiran dan menghidupkan Malam Lailatul Qadar (Laylat al-Qadr) di kompleks Masjid Al-Aqsha, meskipun tempat suci tersebut telah ditutup oleh pasukan pendudukan Israel selama beberapa hari dan larangan bagi jamaah untuk memasuki lokasi itu masih terus berlangsung.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, Senin (16/3/2026), dewan tersebut menyatakan bahwa otoritas Israel telah menutup Masjid Al-Aqsha sejak fajar hari ke-21 Ramadan, sehingga mencegah para jamaah Muslim mengakses tempat suci tersebut. Mereka menggambarkan langkah ini sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan beribadah di salah satu tempat paling suci dalam Islam.

Dewan itu juga menambahkan bahwa penutupan tersebut telah menyebabkan salat Jumat di Masjid Al-Aqsha tidak dapat dilaksanakan dua kali selama bulan Ramadan, yakni pada 17 Ramadan yang bertepatan dengan 6 Maret 2026, dan kembali pada 24 Ramadan yang bertepatan dengan 13 Maret 2026. Hal ini disebut sebagai perkembangan yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dewan tersebut menekankan pentingnya menghidupkan Lailatul Qadar, yang jatuh pada malam ke-27 Ramadan, dan menyerukan kepada para jamaah untuk tetap teguh dalam menjalankan ibadah meskipun ada berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas Israel.

Mereka juga menegaskan bahwa apabila umat Islam dihalangi untuk mencapai Masjid Al-Aqsha, maka mereka dianjurkan untuk menunaikan salat di tempat di mana mereka dihentikan, seraya menegaskan bahwa mereka tetap akan memperoleh pahala spiritual yang sama seperti salat di Masjid Al-Aqsha. []

BACA JUGA
Close
Back to top button