SANTRI PELAJAR

Malam Muhasabah, Santri Husnul Khotimah Diajak Hijrah Kuatkan Tarbiyah dan Dakwah

Menjadi Generasi Akhir Zaman yang Salehah

Ustaz Mohammad Arifin hadir sebagai penceramah utama dalam agenda Tabligh Akbar yang digelar khusus di lingkungan santri putri. Dengan gaya penyampaian yang santai, interaktif, dan diselingi guyonan segar, ia berhasil menghidupkan suasana dingin menjadi penuh semangat.

Dalam ceramahnya yang bertajuk “Menjadi Generasi Akhir Zaman yang Shalihah: Benteng Iman di Tengah Fitnah Dunia”, Ustaz Arifin mengingatkan status kronologis umat Islam saat ini. Ia memaparkan berbagai tantangan riil serta fitnah besar akhir zaman, mulai dari dinamika geopolitik global hingga kemunculan Dajjal serta Yakjuj dan Makjuj.

Sebagai benteng pertahanan iman, ia membekali para santri dengan amalan penting yang bersumber dari pusaka Rasulullah saw. Amalan tersebut berupa konsistensi membaca dan menghafal 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi serta menyempurnakan doa perlindungan dari fitnah Dajjal di setiap tahiyat akhir sebelum salam.

Lebih lanjut, Ustaz Arifin mengintegrasikan konsep tasawuf takhalli, tahalli, dan tajalli ke dalam konteks kehidupan sehari-hari di pesantren. Ia menjelaskan bahwa selama di dalam pondok, santri sebenarnya sedang menjalani proses takhalli atau mengosongkan diri dari lingkungan buruk, sekaligus tahalli yang berarti menghiasi diri dengan amal saleh.

Namun, ujian keimanan yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika para santri telah lulus atau berada di luar lingkungan pondok. Ustaz Arifin menekankan pentingnya mencapai tahap tajalli, yaitu kondisi di mana hasil didikan meresap mendalam ke dalam hati sehingga santri selalu merasakan kehadiran Allah Swt. (muraqabah) di mana pun berada.

Untuk memperkuat pesan tersebut, ia membagikan beberapa kisah reflektif tentang para alumni yang goyah imannya di dunia luar. Mereka dilaporkan gagal mempertahankan konsistensi ibadah akibat pengaruh buruk lingkungan setelah lepas dari pengawasan sanksi pondok.

“Jadikan masa di pondok ini sebagai modal terbaik untuk membersihkan diri dan menghiasi jiwa, agar kelak saat kalian dilepas ke masyarakat, kalian mampu memancarkan cahaya keimanan sebagai wanita salihah yang selamat dari fitnah akhir zaman,” tuturnya menutup ceramah.

Melalui penyelenggaraan kegiatan komprehensif ini, semangat hijrah diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tema seremonial belaka. Nilai-nilai mulia tersebut harus menjelma menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari seluruh santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button