EKBIS

Mengapa Harga Emas Cenderung Turun?

“Ketika dolar menguat, emas merasakan tekanan; ketika dolar melemah, emas cenderung merangkak naik. Saat ini dolar sedang kuat dan emas sedang merasakan dampaknya,” kata Collin Plume, CEO Noble Gold Investments dalam sebuah wawancara email dengan Al Jazeera.

Namun, Plume menambahkan bahwa masa depan nilai dari kedua aset tersebut masih belum pasti. “Pertanyaan terbesar yang kita hadapi di sisa tahun ini — dan mungkin beberapa tahun ke depan — adalah apa yang terjadi selanjutnya,” ujarnya.

“Beberapa bulan lalu, langkah berikutnya adalah pemotongan suku bunga, sehingga harga-harga naik dan aset-aset mengalami apresiasi secara keseluruhan. Hal itu telah berubah sekarang,” tutur Plume.

Saat ini kita menghadapi hambatan, termasuk potensi nyata dari kenaikan suku bunga bank sentral. Setiap aset dipengaruhi oleh pergeseran tersebut, dan emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga.

Sebelum perang melawan Iran berkecamuk, Presiden Donald Trump telah melobi Federal Reserve selaku bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga secara drastis.

Namun, perangkat CME FedWatch yang membantu memprediksi penyesuaian suku bunga acuan oleh Fed kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember mencapai lebih dari 50 persen.

Menurut Plume, perkembangan situasi tersebut kemungkinan besar akan memengaruhi nilai emas ke depan. “Suku bunga dan inflasi seperti dua sisi dari sebuah jungkat-jungkit, dan emas duduk tepat di tengah-tengahnya,” kata Plume.

“Sisi jebakan pada tahun 2026 adalah keduanya terjadi sekaligus — dan saat ini, sisi suku bunga memenangkan pergulatan. Itulah sebabnya emas sedang menghadapi angin sakal [hambatan],” tegas Plume.

Pada hari Jumat, ketika berita tentang potensi kesepakatan antara AS dan Iran pecah, harga emas ditutup sedikit lebih tinggi daripada hari sebelumnya.

“Berita utama tentang kemungkinan berakhirnya perang akan berdampak positif bagi emas karena asumsinya adalah inflasi akan turun,” kata Cardwell.

Namun, Cardwell menambahkan bahwa proses pemulihan tersebut masih akan memakan waktu beberapa bulan.

“Kisaran harga emas saat ini kemungkinan besar merupakan titik landasan dukungan. Bahkan ketika perang berakhir, ada begitu banyak faktor lain yang akan menahan pergerakan harga emas,” pungkas Cardwell.[Megha Bahree]

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button