Mengisi Kemerdekaan dengan Takwa
Selain itu, aturan yang dibuat berdasarkan nalar dan hawa nafsu manusia semata akan menghasilkan regulasi yang ambigu dan tidak jelas hingga memicu banyak problem sosial.
Misalnya, bersembunyi di balik istilah HAM, kasus LGBT makin marak menjangkiti generasi muda hingga memicu penyakit sosial di tengah masyarakat. Selain itu, masalah medis juga makin mengkhawatirkan, seperti penyebaran HIV/AIDS yang tidak lagi memilih korban.
Tindak kriminalitas seperti pemerkosaan, pembunuhan, dan pencurian juga makin hari makin mengkhawatirkan tanpa memandang siapa korbannya.
Semua kejadian ini menunjukkan bahwa kemerdekaan yang diraih dengan darah dan air mata tidak bisa diisi dengan sembarang perundang-undangan, apalagi yang hanya digali dari nalar dan hawa nafsu manusia. Hal itu hanya akan menghasilkan kekacauan dan kesengsaraan hidup.
Kemerdekaan yang diraih dengan darah dan air mata sejatinya hanya akan membentuk negara yang betul-betul merdeka manakala diisi dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Masyarakat harus rela dan ikhlas menyerahkan kehidupan di alam kemerdekaan untuk diatur dengan aturan hidup yang bersumber dari Ilahi melalui penerapan syariat Islam kaffah.
Sejatinya hanya syariat Islam kaffah yang mampu mewujudkan kemerdekaan hakiki yang jauh dari hegemoni negara dan kekuasaan asing, berdikari di atas kaki sendiri, serta mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan penerapan syariat Islam kaffah, rakyat Indonesia akan merasakan nikmat dan lapangnya kehidupan karena sifat syariat Islam kaffah adalah adil dan sempurna. Semua urusan dan kebutuhan rakyat terurusi dengan baik dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga pertahanan dan keamanan.
Rakyat tidak lagi mengalami kelaparan, kehausan, dan kesempitan hidup. Kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan akan terpenuhi dengan sempurna.
Hal ini sebagaimana pernah dibuktikan saat syariat Islam kaffah diterapkan oleh para khalifah dalam sistem khilafah. Seluruh rakyat yang dipimpin merasakan kebaikan, kelapangan, dan keberkahan hidup.
Maka, kemerdekaan hakiki sejatinya hanya akan terwujud jika diisi dengan ketakwaan, mulai dari level individu, masyarakat, hingga negara. Keberkahan kemerdekaan pun benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali sehingga perjuangan para pahlawan bangsa tidak sia-sia. Wallahu a’lam.[]






