Menteri Zionis Ejek Aktivis Flotila Gaza yang Diborgol: ‘Kami Adalah Tuan’
Ben-Gvir dengan cepat membalas: “Menteri luar negeri diharapkan memahami bahwa Israel telah berhenti menjadi pihak yang mudah ditekan.”
Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, kemudian menegur Ben-Gvir secara terang-terangan.
“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah flotila provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Namun, cara Menteri Ben-Gvir menangani para aktivis flotila tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.”
Netanyahu menyatakan telah menginstruksikan otoritas Israel untuk “mendeportasi para provokator sesegera mungkin”.
Israel Cegat Puluhan Kapal Global Sumud Flotilla Secara Ilegal
Lebih dari 50 kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) berlayar dari Turki pada Kamis (14/05/2026) lalu.
Pada Senin (18/05/2026) pagi, pasukan bersenjata dari Angkatan Laut Israel mulai mencegat armada tersebut di perairan internasional sebelah barat Siprus, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza yang diblokade Israel.
Penyelenggara GSF menyebut semua kapal telah dicegat pada Selasa (19/05/2026) malam.
Salah satu kapal, menurut penyelenggara GSF, berhasil mendekat hingga 80 mil laut dari wilayah Palestina tersebut.
Mereka menuduh Israel melakukan “agresi ilegal di laut lepas” serta mengatakan komando Israel telah menembaki Kami kapal, menggunakan meriam air, dan dengan sengaja menabrak satu kapal.
Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim pasukannya tidak menggunakan peluru tajam dan menegaskan “tidak mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza”.
Kementerian itu juga mengatakan seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler mereka setelah tiba di Israel.
Pada Rabu (20/05/2026) pagi, kelompok pelindung hak asasi manusia di Israel, Adalah, mengatakan para aktivis “dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya tanpa persetujuan mereka” dan ditahan di Pelabuhan Ashdod.
“Tim hukum akan menantang legalitas penahanan ini dan menuntut pembebasan segera semua peserta flotila,” tambah perwakilan Adalah.[]
Sumber: BBC News Indonesia






