Menteri Zionis Ejek Aktivis Flotila Gaza yang Diborgol: ‘Kami Adalah Tuan’
Kecaman dari berbagai negara bermunculan terhadap Israel terkait cara mereka memperlakukan ratusan aktivis dan relawan pro-Palestina yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Amerika Serikat, Britania Raya, Prancis, Italia, dan Kanada termasuk di antara negara-negara yang menyatakan kemarahan setelah Menteri Keamanan Nasional berhaluan sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang menunjukkan dirinya mengejek para aktivis yang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.
Aksi arogan tersebut juga menuai kritik dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengatakan hal itu “tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel”.
Sebuah kelompok hak asasi manusia yang mewakili 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla dari 40 negara lebih menuntut pembebasan mereka.
Flotila tersebut, yang membawa bantuan kemanusiaan, hendak menyoroti kondisi sulit yang dihadapi warga Palestina di Gaza.
Israel di sisi lain menuduh misi kemanusiaan tersebut sebagai “public relations stunt untuk kepentingan Hamas”.

Aksi Provokatif Itamar Ben-Gvir
Pada Rabu (20/05/2026) sore, Itamar Ben-Gvir—seorang ultra-nasionalis yang menjabat sebagai menteri keamanan nasional dan membawahi kepolisian Israel—mengunggah video di media sosial dengan keterangan “Welcome to Israel“.
Video tersebut memperlihatkan dirinya mengunjungi fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan.
Dia terlihat menyemangati petugas keamanan saat mereka menekan seorang aktivis perempuan yang berteriak “Free Palestine“.
Ben-Gvir kemudian terlihat melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut di tanah dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.
Dia mengatakan kepada mereka dalam bahasa Ibrani: “Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan.”
Para aktivis lainnya terlihat berlutut di dek kapal saat lagu kebangsaan Israel diputar.






