NUIM HIDAYAT

Merenungi Al-Qur’an (3)

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45).

Shalat (yang khusyu’) juga membuat bahagia seorang Muslim. Mukmin yang berbahagia ciri pertamanya adalah melaksanakan shalat dengan khusyu’. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah (berbahagilah) orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS al Mukminuun 1-2)

Shalat juga menempati hal yang utama dalam Islam, karena di hari akhir nanti yang pertama dihisab adalah shalat. Bila shalat seseorang beres (bagus), maka ia mudah masuk al Jannah. Bila shalatnya tidak bagus, maka ia akan mengalami perhitungann yang rumit sebelum masuk surga.

Rasulullah Saw menyatakan, ”Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i). Wallahu alimunn hakim. []

Nuim Hidayat

Laman sebelumnya 1 2 3

Artikel Terkait

Back to top button