NUIM HIDAYAT

Nampak, Menteri Agama Tidak Ada Misi Dakwah kepada Non Islam

“Jangan-jangan di balik dari dialog itu ada misi besar. Khusus untuk Komunitas Yahudi, pastinya misi zionis Israel jadi misi utama. Untuk membela dan memenangkan Israel dalam dialog-dialog yang mereka lakukan,” kata Syamsi Ali.

Salah satu organisasi yang dimaksud adalah AJC, organisasi Yahudi yang misinya mendukung dan mempromosikan Zionis Israel ke dunia internasional, khususnya dunia Islam. Tujuannya agar negara-negara Islam luluh dan mengakui Israel sebagai dengan membangun hubungan diplomatik.

Apakah kursus di AJC itu mempengaruhi Nasaruddin Umar dalam cara berfikirnya? Bisa jadi. Program zionis Yahudi adalah penyamaan agama atau pluralisme agama. Mereka menolak Islam adalah adalah satu-satunya agama wahyu. Mereka mengajak para pemimpin dunia kepada Perjanjian Ibrahim (Abraham Accords), bukan perjanjian atau agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Padahal agama Nabi Ibrahim sebagaimana Nabi Muhammad adalah Islam, bukan Nasrani atau Yahudi.

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi seorang yang hanif lagi Muslim, dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” (QS Ali Imran 67)

Walhasil, Menteri Agama seharusnya mampu memadukan peran diplomatik lintas agama dan sekaligus mempertegas misi dakwah Islam di dalam negeri dan luar negeri.

Contohlah Prof Rasjidi dan Wahid Hasyim. Contohlah Nabi Muhammad Saw yang mempunyai misi mengislamkan orang-orang non Islam. Jangan mencontoh Zionis Yahudi yang mempunyai agenda penyamaan agama (pluralisme agama).

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim.” (QS Fushilat 33). Wallahu alimun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button