#Pemilu 2019OPINI

Oposisi Emak-Emak: Rekonsiliasi kek, Tidak kek Kita Harus Tetap Berjuang!

Di sebuah tempat, Umar melihat seorang kakek sedang sibuk menanam kurma. Terjadilah dialog di antara keduanya. Singkatnya, sang Khalifah menanyakan mengapa kakek itu susah-payah menanam kurma, padahal dia tak akan menikmati panennya. “Benar ya khalifah, ketika panen datang, hamba bukan tidak mungkin telah dipanggil Ilahi,” jawab sang kakek.
“Lalu?” Sang khalifah bertanya dengan wajah heran.

“Hamba menanam bukan untuk hamba, tapi untuk anak, cucu, dan keturunan hamba. Hamba ikhlas mengerjakan untuk mereka semua,” jawabnya lagi dengan suara lembut. Khalifah Umar tertegun, tersipu malu, dan menitikkan air mata.

Jadi, usaha keras dan keikhlasan yang telah diperlihatkan oleh Emak-Emak militan dan para pejuang lainnya harus terus dilanjutkan. Soal hasil kita pasrahkan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Ini kita sematkan di hati dengan sungguh-sungguh ikhlas. Kita juga hendaknya percaya bahwa masa itu akan datang. Toh perjuangan Emak-Emak militan serta kita semua, tentu sama maknanya dengan kakek tua itu.

Kita ingin anak, cucu, cicit, dan keturunan kita bisa sungguh-sungguh hidup sejahtera di negeri kita ini. Negerinya sendiri, negeri tercinta. Kita ingin mereka tidak dijajah oleh bangsa lain, yang berdasar banyak kajian, saat ini yang mendekati kenyataan adalah oleh bangsa Cina.

Kita juga ingin agama Allah bisa terus terjaga hingga akhir zaman. Kita ingin pemimpin kita nanti diridhoi bukan hanya diizinkan oleh Allah.

Ya, jika pemimpin diridhoi, maka seluruh langkahnya akan terjaga oleh Allah. Diridhoi, artinya langkah untuk meraihnya dengan cara yang halal. Diridhoi artinya, segala kebohongan, kemunafikan, keserakahan, kedzaliman, bukan menjadi bagiannya. Dengan begitu kita mendekati Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Aamiin.

Sementara jika hanya sebatas diizinkan, artinya di dalamnya masih berkecamuk kebohongan, kemunafikan, keserakahan, kedzaliman.

Diizinkan bisa berarti itu ujian Allah kepada yang diuji. Sehingga dimungkinkan dibiarkan sebuah hasil diperoleh dengan cara menipu, merampok, mencurangi orang lain dan sejenisnya. Kemudian Allah-lah yang memutuskan, siapa gerangan yang diuji, dimana kelak dia akan ditempatkan jika menabrak perintah-Nya. Nauzubillah.

Rekonsiliasi kek, tidak kek, jangan lagi jadi domain kita. Ada Prabowo dan Sandi kek, tidak kek, juga bukan jadi tujuan pokok kita. Memang… he he he, masih berharap sih, alangkah indahnya jika Prabowo-Sandi tetap bersama kita. Perlu saya tegaskan, harapan ini tidak ada kaitannya dengan tudingan poros ke-3, seperti ada yang menuding begitu. Dan maaf, lontaran tudingan itu kesannya atas orderan.

Karena basis kita sebagai pejuang yang mayoritas muslim, pastinya kita tidak berjuang untuk dan atas nama orang perorang. Kita berjuang dengan basis keseriusan, keikhlasan, dan untuk kemaslahatan umat.

Ayooo… teruslah kita berjuang dan percayalah tidak ada yang sia-sia.

Semoga perjuangan kita dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT. Aamiin…..

M. Nigara
Wartawan Senior

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close