INTERNASIONAL

Partai Kecoak Guncang India, Jutaan Pemuda Bersatu Sindir Hakim Agung

Kecoak merepresentasikan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan daya tahan hidup dalam kondisi tersulit dengan ekspektasi serendah mungkin.

Fenomena perpaduan satire dan politik praktis ini sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru di panggung dunia.

Komedian Beppe Grillo di Italia dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy adalah contoh tokoh yang sukses meramu humor menjadi kekuatan politik.

Di Amerika Serikat, era Donald Trump juga memicu perdebatan terkait lunturnya batasan antara satire dan realitas politik.

Namun, perlawanan di India mengambil bentuk yang sepenuhnya digerakkan oleh meme, tagar, dan keputusasaan masyarakat.

Praktik kampanye politik bergaya nyeleneh ini sejatinya sudah lama mengakar dalam budaya masyarakat India.

Para politisi India kerap menggunakan aksi teatrikal daring yang dikoreografi cermat demi meraup atensi massa.

Oleh karena itu, kemunculan gerakan politik bertema serangga ini masih dianggap masuk akal bagi masyarakat setempat.

Faktor utama meledaknya popularitas CJP adalah keberhasilan mereka menyediakan bahasa perlawanan bagi kaum muda.

“Saya pikir CJP baru permulaan,” kata Dipke. “Anak muda sudah muak dengan sistem politik saat ini, dan lebih banyak organisasi anak muda akan bermunculan,” lanjutnya.

Sebagian pihak tetap bersikap skeptis dan memprediksi partai ini akan tenggelam secepat kemunculannya.

Bagaimanapun juga, CJP telah mencetak sejarah tak biasa dengan membuat anak muda India merasa kembali terwakili.

Pada masa lalu, kemarahan politik kaum muda selalu disalurkan melalui sebuah manifesto yang formal.

Kini pada tahun 2026, kemarahan itu justru termanifestasi dalam wujud partai meme dengan maskot seekor serangga.

Sumber: BBC News Indonesia

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button