Partai Kecoak Guncang India, Jutaan Pemuda Bersatu Sindir Hakim Agung
INDIA (Suaraislam.id) – Gerakan satir bernama Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak mendadak viral di India. Gerakan ini berhasil menarik jutaan pengikut di media sosial hanya dalam hitungan hari.
Popularitas gerakan satir ini bahkan melampaui akun resmi Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Kemunculan Partai Kecoak dipicu oleh komentar kontroversial Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, pada pertengahan Mei 2026 lalu.
Kala itu, Surya Kant membandingkan pemuda pengangguran di India dengan kecoak dan parasit dalam sebuah persidangan.
Surya Kant belakangan mengklarifikasi bahwa sebutan itu ditujukan bagi orang-orang dengan gelar palsu, bukan kaum muda secara umum.
Namun, klarifikasi tersebut gagal meredam kemarahan publik karena komentar aslinya telah menyebar luas di internet.
Partai Kecoak Dibentuk
Kontroversi tersebut memicu lahirnya gerakan politik satir bernama Cockroach Janta Party (CJP) sebagai plesetan dari partai berkuasa BJP.
Partai Kecoak bukanlah partai politik formal, melainkan sebuah gerakan perlawanan di dunia maya.
Syarat keanggotaan gerakan ini pun bernada sindiran, yakni menganggur, malas, sering berselancar di internet, dan ahli mengeluh.
Gerakan ini diinisiasi oleh Abhijeet Dipke, seorang mahasiswa Universitas Boston sekaligus ahli strategi komunikasi politik.
Dipke mengaku ide awal pembentukan partai daring ini murni sebagai lelucon belaka. Sebelum menetap di Amerika Serikat, Dipke pernah bekerja untuk organisasi politik antikorupsi bernama Aam Aadmi Party (AAP).
“Saya pikir kita semua bisa berkumpul, mungkin memulai sebuah platform,” katanya kepada BBC Marathi.
Ternyata, respons masyarakat India terhadap gerakan ini jauh melampaui perkiraan awal sang pendiri.






