NUIM HIDAYAT

Pentingnya Kata Jihad dalam Kehidupan Umat

Di masa damai, maka kaum Muslimin tidak memerangi kaum Musyrik dengan senjata. Tapi dengan harta, jiwa dan lisan/tulisan.

Bila di masa perang jihad berarti qital (perang), maka di masa damai jihad berarti berusaha sungguh-sungguh untuk menegakkan ajaran Ilahi. Untuk menegakkan kemuliaan Islam ini, harus dengan kesungguhan dan kesabaran. Allah Swt berpesan pada kita,

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu menyangka akan masuk surga, padahal belum menimpa kalian (ujian) seperti orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa kesusahan dan kesulitan, diguncang hingga Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berkata: ‘Bilakah pertolongan Allah datang?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. al Baqarah 214)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran 142)

Di surat Ali Imran 142 ini, bisa dimaknai bahwa untuk kesuksesan dunia dan akhirat itu syaratnya dua: jihad (sungguh-sungguh) dan sabar. Sungguh-sungguh tanpa sabar, tidak akan sukses. Begitu juga sebaliknya sabar tanpa sungguh-sungguh juga tidak akan sukses.

Semoga Allah senantiasa menanamkan ruh jihad dalam tubuh kita, sehingga kaum Muslimin dapat terlindungi di tanah air kita maupun di Palestina atau di negara-negara manapun. Dan semoga Allah memberikan karunia kepada kita sehingga bisa sukses (bahagia) dunia dan akhirat. Amiin.

Wallahu alimun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button