Perang Iran vs Israel-AS, UBN: Jaga Persatuan, Lawan Si Zalim Israel
Jakarta (SI Online) – Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) KH Bachtiar Nasir (UBN) menyerukan agar masyarakat Indonesia, terutama umat Islam untuk tetap menjaga persatun di tengah eskalasi yanag terjadi di Timur Tengah.
Menurut UBN, jangan sampai perang Iran melawan Israel-Amerika Serikat menambah friksi di dalam negeri. Dalam kondisi seperti saat ini, kata dia, persatuan bangsa Indonesia tetap harus dijaga agar terhindar dari kemungkinan adanya provokasi dari dalam dan luar yang membuat Indonesia terpecah.
“Menghadapi situasi terakhir eskalasi di Timteng, tetaplah menjaga persatuan. Jangan sampai yang terjadi belakangan menambah friksi kita di dalam negeri dan itu akan merugikan kita sendiri,” ungkap UBN saat konferensi pers di Jakarta, Ahad malam (01/03/2026).
Terkait diskusi perbedaan mazhab, antara Syiah dan Sunni, UBN mengajak untuk melihat eskalasi saat ini dari sisi akidah. tetapi lebih tepat meninjauny darifikih muamalat hubungan internasional. Sebab pilihan itu yang akan bisa menghadapi situasi dengan jernih.
“Satu kata kunci, yang mempertemukan kita adalah bahwa Israel adalah pelaku kezalimannya. Kita fokus pada si zalim ini. Kita bersatu demi untuk melawan kezaliman itu. Jangan sebaliknya, mereka memecah belah kita di dalam,” serunya.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi pada Sabtu (28/2/2026), UBN telah menyampaiakan bahwa agresi militer Israel ke Iran merupakan rangkaian eskalasi panjang yang berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah serta berdampak langsung pada stabilitas global dan Indonesia.
UBN mengatakan, ketegangan yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir serta provokasi yang dituduhkan kepada Israel.
Menurutnya, serangan udara dan rudal besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat menjadi kelanjutan dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.
“Serangan ini adalah rangkaian dari serangan-serangan sebelumnya. Situasinya memang sudah memanas,” ujarnya. []






