#Ramadhan 1447 HNUIM HIDAYAT

Perbedaan Awal Ramadhan, Salah Pemimpin Negeri-Negeri Islam?

Walhasil, persatuan kalender ini bisa dijadikan sebagai titik awal untuk persatuan umat yang lebih besar.

Persatuan umat atau Ukhuwah Islamiyah adalah hal yang sangat penting di zaman modern ini. Kenapa? Tragedi umat Islam yang menimpa Bosnia (1992), Afghanistan (2001), Irak (2003) dan Bosnia (2023) adalah karena dunia Islam terpecah belah.

Masing-masing kepala negara, hanya memikirkan keamanan dan kemakmuran negerinya sendiri-sendiri. Mereka abai dengan penderitaan negara lain.

Lihatlah tragedi Gaza 2023 yang baru saja lewat, dan kini masih berlangsung. Pemimpin-pemimpin negeri Islam hanya menonton dan tidak mau bersama-sama membantu Gaza. Padahal kalau mereka bersatu –Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Indonesia dll- Israel akan kewalahan. Kalau mereka bergerak -meski mereka kalah- Israel kemungkinan besar tidak akan membantai Muslim Gaza hingga 72ribu orang.

Tapi begitulah kebanyakan kepala negeri-negeri Islam saat ini otoriter dan dangkal pemahaman Islamnya. Mereka tidak peduli negeri Islam lain menderita bahkan dibantai kaum kafir (pembantai Gaza adalah kelompok Kristen Zionis dan Yahudi Zionis).

Entah kapan dunia Islam akan mempunyai kalender hijriyah global tunggal ini. Orang-orang non Islam di luar sana, mentertawakan orang Islam. Mereka berkata, “Bagaimana peradaban Anda mau mengalahkan peradaban kami, membuat Kalender Hijriyah Global Tunggal aja Anda nggak mampu.”

Jalan terbaiknya adalah umat Islam di negerinya masing-masing, harus memilih pemimpin Islam yang terbaik. Pemimpin Islam yang memikirkan masalah nasional dan internasional. Pemimpin Islam yang mempunyai jiwa ukhuwah Islamiyah. Bila para pemimpin dunia Islam seperti sekarang ini, kita khawatir Tragedi Gaza akan berulang di masa depan. Semoga tidak.

Akhirnya kita perlu merenungkan ayat ini,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. Sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran 103)

Wallahu azizun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button